Foto : Istimewa
PONTIANAK – Generasi muda Karang Taruna dituntut untuk memiliki kemandirian, kepedulian sosial yang tinggi, serta kemampuan beradaptasi di era digital guna memberikan kontribusi nyata dalam mendukung akselerasi pembangunan daerah. Sebagai organisasi sosial strategis, Karang Taruna berfungsi sebagai wadah pembinaan kepemudaan sekaligus mitra andalan pemerintah dalam mengurai berbagai problematika sosial di tengah masyarakat. Oleh karena itu, organisasi ini diarahkan untuk berorientasi pada pengabdian sosial dan solusi nyata, bukan mencari keuntungan materi, serta mampu berdiri di atas kaki sendiri tanpa ketergantungan pada pihak lain.
Pesan fundamental mengenai peran pemuda tersebut ditegaskan secara langsung oleh Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, saat membuka agenda Temu Karya Karang Taruna Kabupaten/Kota se-Kalimantan Barat yang digelar di Pendopo Gubernur Kalbar pada Minggu (12/7/2026). Selain menekankan kepekaan sosial, Gubernur juga mewajibkan generasi muda Karang Taruna untuk menguasai teknologi informasi agar tidak tertinggal dan mampu membuktikan kualitas diri melalui karya nyata, bukan sekadar retorika formalitas.
Dalam forum tertinggi organisasi tersebut, momentum kebangkitan kepemudaan ini ditandai dengan terpilihnya Muhammad Farizi sebagai Ketua Karang Taruna Kalimantan Barat secara demokratis. Gubernur Ria Norsan turut menyampaikan ucapan selamat dan menaruh harapan besar agar nahkoda baru ini mampu membawa organisasi bertransformasi menjadi lembaga yang lebih solid, profesional, serta membawa manfaat konkret bagi masyarakat di Bumi Khatulistiwa.
Sebelum mencapai puncaknya, proses pembentukan kepengurusan definitif ini telah melalui jalan panjang. Ketua Caretaker Karang Taruna Kalbar, Sudirman, menjelaskan bahwa Temu Karya ini merupakan kulminasi dari mandat Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT) sejak tahun lalu. Melalui tahapan verifikasi ketat oleh Steering Committee, Muhammad Farizi ditetapkan sebagai calon tunggal dan disepakati memimpin organisasi untuk masa bakti 2026–2031. Kegiatan konsolidasi ini diikuti oleh perwakilan dari 12 kabupaten/kota di Kalbar, sementara Kabupaten Kapuas Hulu dan Kabupaten Melawi belum dapat berpartisipasi.
Selain penguatan internal, forum ini juga menjadi ruang strategis untuk merespons tantangan riil di lapangan, seperti kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana banjir tahunan di Kalimantan Barat. Senada dengan komitmen daerah, Wakil Ketua Umum PNKT, Bahtiar Baseyang, yang turut hadir dalam acara tersebut mengajak seluruh jajaran pengurus untuk memodernisasi organisasi. Karang Taruna diimbau melangkah lebih jauh dengan berfokus pada pengembangan kewirausahaan, peningkatan keterampilan pemuda, serta melahirkan inovasi yang mampu memberikan nilai tambah bagi potensi komoditas lokal demi menyukseskan program kesejahteraan sosial dan ketahanan pangan.(arya)
