
Pemerintah mencatat bahwa insentif tax holiday tetap menjadi salah satu fasilitas perpajakan dengan nilai terbesar yang dimanfaatkan oleh pelaku usaha pada Tahun Pajak 2024. Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) 2025 yang telah diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), total nilai pengurangan pajak penghasilan (PPh) badan melalui skema tersebut mencapai Rp 7,26 triliun.
Data dalam laporan menunjukkan bahwa hingga 31 Desember 2025, terdapat sebanyak 36 wajib pajak yang memanfaatkan fasilitas tax holiday. Meski jumlah penerima lebih sedikit dibandingkan Tahun Pajak 2023 yang mencapai 42 wajib pajak, nilai insentif yang dinikmati justru meningkat dari Rp 7,06 triliun menjadi Rp 7,26 triliun.
"Nilai pemanfaatan tax holiday merupakan nilai pengurangan Pajak Penghasilan Badan SPT Tahunan Pajak Penghasilan Badan yang disampaikan oleh Wajib Pajak," tulis BPK dalam LKPP 2025.
Selain tax holiday, laporan tersebut juga menunjukkan besarnya insentif lain yang diberikan pemerintah. Beberapa di antaranya adalah:
- Fasilitas pengecualian sebagai objek PPh atas hasil investasi pengembangan dana jaminan sosial: mencapai Rp 6,31 triliun dan dimanfaatkan oleh dua wajib pajak.
- Insentif penurunan tarif PPh bagi perseroan terbuka: menjadi fasilitas terbesar berikutnya dengan nilai Rp 4,76 triliun yang dinikmati oleh 51 wajib pajak.
- Fasilitas tax allowance: dimanfaatkan oleh 42 wajib pajak dengan nilai Rp 672,32 miliar.
- Tax holiday di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK): dimanfaatkan lima wajib pajak dengan total manfaat Rp 66,38 miliar.
- Super tax deduction vokasi: dimanfaatkan 39 wajib pajak dengan nilai Rp 13,47 miliar.
- Investment allowance: dimanfaatkan dua wajib pajak senilai Rp 11,66 miliar.
- Tax allowance di KEK: dimanfaatkan tiga wajib pajak senilai Rp 7,89 miliar.
- Super tax deduction litbang: dimanfaatkan satu wajib pajak dengan nilai Rp 2,74 miliar.
Di sisi permohonan, minat dunia usaha terhadap tax holiday masih tergolong tinggi meskipun mulai mengalami penurunan. Sepanjang 2025 terdapat 53 permohonan tax holiday yang telah memperoleh persetujuan melalui sistem Online Single Submission (OSS). Jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan 62 permohonan pada 2024, namun masih jauh di atas 19 permohonan pada 2023.
Tren serupa juga terlihat pada fasilitas perpajakan lainnya. Permohonan tax allowance turun menjadi 15 wajib pajak dari sebelumnya 30 wajib pajak. Permohonan tax holiday di KEK menurun dari 43 menjadi 37 wajib pajak, sedangkan permohonan super tax deduction vokasi berkurang dari 38 menjadi 23 wajib pajak. Permohonan super tax deduction litbang turun dari sembilan menjadi lima wajib pajak.
Dalam LKPP 2025, pemerintah menjelaskan bahwa data permohonan fasilitas diperoleh dari pengajuan wajib pajak melalui sistem OSS yang telah memperoleh persetujuan. Sementara itu, data pemanfaatan insentif berasal dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) berdasarkan SPT Tahunan PPh Badan serta laporan realisasi yang disampaikan wajib pajak sesuai ketentuan masing-masing fasilitas.