Martinez Disalahkan Atas Kegagalan Portugal di Piala Dunia 2026


JAKARTA - Pelatih Portugal, Roberto Martinez, menjadi sasaran kekesalan para penggemar setelah timnya tersingkir di babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Pertandingan yang digelar di Dallas Stadium, Texas, pada Selasa (7/7) dini hari WIB, menjadi akhir dari perjalanan Portugal setelah kalah 0-1 dari Spanyol.

Manajer yang lahir pada 13 Juli 1973 itu dianggap sebagai biang keladi kegagalan Portugal dalam ajang empat tahunan tersebut. Penampilan tim selama turnamen tidak menunjukkan kepercayaan diri yang kuat, dengan hanya finis di posisi kedua pada fase grup.

Di babak gugur, Portugal kesulitan menghadapi Kroasia sebelum akhirnya berhasil menang 2-1. Namun, laga melawan Spanyol menjadi pertandingan terakhir bagi Martinez bersama Cristiano Ronaldo dan rekan-rekannya.

Kebetulan, kontrak Martinez akan berakhir pada akhir Piala Dunia 2026.

“Ini adalah pertandingan terakhir saya bersama Portugal. Saya merasa terkesan diterima di sini setelah melakoni 45 laga,” kata Martinez dalam wawancara dengan ESPN.

“Itu adalah kenangan yang akan selalu saya bawa,” tambahnya.

Para penggemar Portugal masih belum bisa menerima bahwa tim kesayangannya tersingkir di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Meskipun komposisi pemain seperti Vitinha, Joao Neves, hingga Bruno Fernandes sedang naik daun, hasil ini membuat Portugal kembali gagal melangkah jauh di turnamen resmi.

Sebelumnya, pada EURO 2024, tim berjuluk Selecao das Quinas hanya sampai perempat final setelah kalah 3-5 dalam adu tendangan penalti melawan Prancis.

Selama karier di Portugal, Martinez hanya mampu membawa trofi UEFA Nations League 2024/25.

Karier Martinez di Belgia juga tidak begitu meyakinkan, karena generasi emas yang dipimpin Eden Hazard hanya mampu menempati peringkat ketiga di Piala Dunia 2018.

Menarik untuk ditunggu siapa yang akan menjadi pelatih baru Portugal setelah Martinez lengser. Nama Jorge Jesus kini menjadi kandidat terkuat untuk menukangi tim nasional yang akan berlaga di UEFA Nations League serta EURO 2028 mendatang.

Lebih baru Lebih lama