KAYONG UTARA - Layanan perpanjangan pajak Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) kilat berhasil menyedot perhatian dan simpati warga saat hadir langsung di tengah-tengah masyarakat Kecamatan Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara. Terobosan pelayanan publik yang mampu menyelesaikan pengurusan administrasi kendaraan dalam waktu kurang dari 15 menit ini menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian program Gema Membangun Desa yang diusung oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Kehadiran layanan serba cepat tersebut terbukti memberikan dampak dan manfaat instan yang sangat dirasakan oleh warga lokal.
Foto : ADPIM
Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, secara langsung meninjau proses pelayanan perpanjangan pajak STNK super cepat tersebut pada Jumat, (31/7). Dalam peninjauannya, Ria Norsan menegaskan bahwa inovasi yang dikelola oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) ini merupakan wujud nyata kerja pemerintah melalui sistem jemput bola yang berdampak langsung, bukan sekadar janji manis atau "omon-omon". Kehadiran pimpinan daerah di lokasi peninjauan makin mempertegas komitmen Pemprov Kalbar dalam memastikan kualitas pelayanan publik berjalan optimal hingga ke tingkat tapak.
Penerapan sistem pelayanan yang cepat dan bebas ribet ini sengaja dihadirkan untuk memangkas hambatan geografis yang selama ini sering dikeluhkan oleh masyarakat pedesaan. Melalui program Gema Membangun Desa, Pemprov Kalbar memboyong berbagai jenis layanan administratif penting langsung ke desa-desa agar warga tidak perlu lagi membuang waktu dan biaya untuk menempuh perjalanan jauh ke ibu kota kabupaten. Langkah efisiensi ini terbukti berhasil meningkatkan antusiasme masyarakat dalam mengurus kewajiban administrasi kendaraan mereka secara tertib.
Efisiensi kerja yang ditunjukkan oleh Bapenda ini pun diharapkan dapat menjadi standar baru dan contoh konkret bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Kalbar. Ria Norsan menginstruksikan seluruh jajarannya agar senantiasa berinovasi, hadir di tengah warga, serta mempermudah segala urusan masyarakat tanpa birokrasi yang berbelit. Melalui konsistensi pendekatan jemput bola seperti ini, Pemprov Kalbar optimistis hubungan antara pemerintah dan masyarakat akan makin dekat sekaligus mampu mendongkrak kualitas pelayanan publik secara merata di seluruh wilayah Kalimantan Barat.
