KAYONG UTARA – Kejutan besar mewarnai panggung puncak Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XXXIV tingkat Provinsi Kalimantan Barat 2026 setelah rekor tak terkalahkan Kafilah Kabupaten Mempawah resmi terhenti. Rekor spektakuler Mempawah yang sukses mempertahankan takhta Juara Umum selama tujuh kali berturut-turut tersebut terhenti di 'Tanah Bertuah', Kabupaten Kayong Utara. Pada perhelatan tahun ini, Mempawah harus merelakan gelar bergengsi yang telah lama digenggamnya dan puas memegang predikat runner-up.
Kafilah Kabupaten Kubu Raya tampil luar biasa hingga sukses mengambil alih posisi puncak klasemen akhir perolehan nilai MTQ XXXIV Kalbar. Kubu Raya mengunci gelar Juara Umum setelah mengumpulkan total 213 poin di papan skor. Sementara itu, Kabupaten Mempawah membuntuti ketat di posisi kedua dengan raihan 202 poin atau hanya berselisih tipis 11 poin dari sang juara baru. Adapun posisi tiga besar digenapi oleh Kota Pontianak yang berhasil mengumpulkan 178 poin, disusul Kabupaten Sambas di peringkat keempat dengan 159 poin.
Pengumuman resmi penetapan pemenang dibacakan langsung oleh Dewan Hakim pada Sabtu (8/8/2026) malam di Pelataran Pantai Pulau Datok, Sukadana, Kabupaten Kayong Utara. Momen pengumuman yang berlangsung meriah di acara penutupan tersebut menandai akhir dari masa dominasi panjang Mempawah di ajang MTQ tingkat provinsi. Keputusan ini sekaligus mengukuhkan Kubu Raya sebagai peta kekuatan baru dalam syiar Al-Qur'an di Kalimantan Barat.
Menanggapi lepasnya gelar juara umum daerahnya, Wakil Bupati Mempawah, Juli Suryadi Burdadi, meminta kepada seluruh jajaran kafilah hingga masyarakat agar tidak larut dalam kecewa. Juli menegaskan bahwa capaian sebagai juara kedua tingkat provinsi tetaplah sebuah prestasi spektakuler dan membanggakan yang patut disyukuri dengan ketulusan hati. Menurutnya, seluruh peserta, pelatih, hingga official telah berjuang dan tampil secara maksimal demi mengharumkan nama daerah.
Upaya keras puluhan qari, qariah, hafiz, dan hafizah Mempawah selama sepekan kompetisi dinilai sudah sangat luar biasa sehingga tidak boleh dianggap sebagai sebuah kegagalan. Wakil Bupati Mempawah menekankan bahwa mempertahankan posisi puncak selama tujuh kali berturut-turut adalah rekor sejarah yang sangat sulit ditandingi oleh daerah mana pun. Ia menilai dinamika persaingan antarkabupaten/kota di Kalbar saat ini sudah semakin merata dan kompetitif, sehingga hasil tahun ini harus dijadikan bahan evaluasi dalam perjalanan panjang pembinaan kafilah ke depan.
Di samping menyoroti hasil pertandingan, Wakil Bupati Mempawah menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang setinggi-tingginya kepada tuan rumah Kabupaten Kayong Utara. Pelayanan hangat dari panitia lokal, tim Liaison Officer (LO), aparat TNI/Polri, hingga pemilik homestay warga Sukadana dinilai sukses membuat seluruh kafilah merasa nyaman dan aman selama bertanding. Tak lupa, ia juga menyampaikan permohonan maaf terbuka atas nama seluruh rombongan Mempawah jika terdapat kekhilafan selama berinteraksi di Kabupaten Kayong Utara.
