Hujan deras yang disertai angin kencang melanda sejumlah wilayah Kota Medan pada Selasa petang, mulai pukul 18.30 WIB hingga 20.45 WIB (18/8/2026). Cuaca ekstrem ini memicu kepanikan di kalangan warga, terutama di kawasan Medan Sunggal dan Medan Johor. Banyak atap rumah dilaporkan rusak atau bahkan terbang akibat diterjang angin kencang.
Di tengah situasi yang mencekam, suara angin kencang terdengar menerpa permukiman warga. Banyak warga memilih untuk tetap berada di dalam rumah sambil mengamankan barang-barang yang berada di luar. Salah satu warga terdampak, Indra, mengungkapkan pengalamannya saat kejadian. Ia masih berada di luar rumah karena sedang bekerja ketika mendapat kabar dari istri bahwa atap rumahnya telah terbang.
"Istri saya telepon, katanya atap rumah sudah terbang. Dia nangis-nangis, ada anak-anak juga. Pas kejadian saya masih di luar, masih kerja," kata Indra. Khawatir dengan kondisi keluarganya, Indra langsung bergegas pulang untuk memastikan keadaan rumah dan keluarganya.
Selain merusak rumah warga, cuaca ekstrem tersebut juga menyebabkan sejumlah pohon bertumbangan di beberapa titik Kota Medan. Di sekitar Kantor Wali Kota Medan, pohon-pohon terlihat tumbang setelah diterjang angin kencang. Kondisi tersebut membuat suasana di sekitar kawasan itu sempat kacau. Sementara itu, sebuah billboard dilaporkan tumbang di Jalan Pattimura. Material billboard yang roboh menambah daftar dampak cuaca ekstrem yang terjadi di sejumlah kawasan Kota Medan malam itu.
Warga yang berada di lokasi kejadian tampak waspada. Mereka berupaya menjauh dari pohon dan bangunan yang berpotensi roboh. Peristiwa hujan deras disertai angin kencang bukan kali pertama terjadi di Kota Medan. Dalam beberapa kejadian sebelumnya, cuaca serupa juga menyebabkan pohon tumbang hingga kerusakan bangunan di sejumlah wilayah.
BMKG sebelumnya juga telah mengingatkan potensi hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah Sumatera Utara, termasuk beberapa kecamatan di Kota Medan. Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh data resmi terkait total rumah yang mengalami kerusakan maupun ada tidaknya korban akibat kejadian tersebut.
Petugas Damkar mengatakan, dua pohon tumbang di depan kantor Wali Kota Medan. Satu pohon berada dekat Hotel Arya Duta. "Melaporkan ada dua pohon tumbang di kantor Wali Kota Medan dan dekat Arya Duta. Untuk arus sempat terganggu dan sudah berangsur normal," kata petugas Damkar yang mengangkati batang dan ranting pohon.
Petugas terkait diharapkan segera melakukan pendataan dan penanganan di lokasi terdampak, terutama terhadap pohon serta material yang mengganggu akses jalan.

Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kota Medan, Selasa (18/8/2026) malam, menyebabkan pohon mahoni berukuran besar tumbang dan menimpa dua mobil dinas Ketua DPRD Kota Medan, Drs Wong Chun Sen Tarigan. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 20.00 WIB di Jalan Budi Pembangunan III, Kecamatan Medan Barat. Pohon tumbang berada tepat di depan Kantor Lurah Pulo Brayan Kota sekaligus di depan kediaman Ketua DPRD Medan.
Dua mobil dinas yang tertimpa pohon yakni mobil listrik Hyundai Ioniq 5 dan Hyundai Palisade. Informasi yang diperoleh, mobil Ioniq 5 mengalami kerusakan cukup parah. Sementara Hyundai Palisade mengalami kerusakan pada bagian belakang setelah tertimpa batang dan dahan pohon.
Ketua DPRD Kota Medan, Wong Chun Sen Tarigan, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, dirinya mengetahui kejadian itu setelah mendapat laporan dari petugas keamanan yang berjaga di kediamannya.
"Saya tadi mendapat laporan dari sekuriti di rumah bahwa dua unit mobil dinas yang biasa terparkir di depan rumah rusak akibat tertimpa pohon saat hujan deras turun," ujar Wong kepada.

Ia menambahkan, kondisi kedua kendaraan tersebut selanjutnya akan dilaporkan kepada Sekretariat DPRD Kota Medan untuk ditindaklanjuti, termasuk proses perbaikan.
Sementara itu, Lurah Pulo Brayan Kota, Rivai Nasution, membenarkan adanya pohon tumbang yang menimpa kendaraan dinas Ketua DPRD Kota Medan. "Iya benar bang. Kabarnya pohon tumbang di depan kantor lurah dan menimpa mobil dinas Ketua DPRD Kota Medan. Saya juga sedang memantau situasi di sekitar kelurahan dan anggota sudah saya kerahkan untuk meninjau ke lokasi," ujar Rivai.
Rivai mengatakan, pihak kelurahan sebelumnya telah menyurati Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan untuk melakukan pemangkasan terhadap sejumlah pohon di wilayah tersebut. Menurutnya, sejumlah pohon dinilai sudah terlalu rindang dan berusia tua sehingga dikhawatirkan membahayakan warga. Namun, hingga pohon tersebut tumbang dan menimpa dua kendaraan dinas, belum ada tindakan pemangkasan dari pihak terkait. "Sebenarnya bang, kami sudah pernah menyurati Dinas Lingkungan Hidup untuk memangkas pohon, namun belum ada jawaban," pungkasnya.