-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan HUT RI 81

Iklan

Banner hut 81

Iklan HUT RI 81

Tag Terpopuler

Daftar 8 Kabupaten NTT Masih Alami Gangguan Komunikasi Pasca Gempa

Selasa, 18 Agustus 2026 , 07.26 WIB Last Updated 2026-08-19T07:05:46Z


NTT - Pemulihan layanan telekomunikasi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) terus dilakukan pasca-gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang daerah tersebut. Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Meutya Hafid, menyatakan bahwa sebanyak 683 dari total 794 site atau base transceiver station (BTS) yang terdampak gempa telah kembali beroperasi. Angka ini mencerminkan tingkat pemulihan sebesar 86,02%. Namun, masih ada 111 site atau 13,98% yang dalam proses pemulihan.

"Pemulihan ini terus kami kawal sampai seluruh layanan di wilayah terdampak dapat kembali normal. Kami juga memastikan upaya pemulihan dilakukan secepat mungkin, terutama di wilayah yang masih mengalami gangguan," ujar Meutya dalam pernyataan tertulisnya, Minggu (16/8).

Berdasarkan data Komdigi per akhir pekan lalu, gangguan jaringan telekomunikasi masih terjadi di delapan kabupaten. Berikut adalah rinciannya:

Wilayah dengan Jumlah BTS yang Masih Terdampak Paling Banyak

  1. Manggarai Timur
    Manggarai Timur menjadi wilayah dengan jumlah BTS yang masih dalam proses pemulihan paling banyak. Terdapat 32 BTS yang masih mengalami gangguan. Tingkat pemulihan jaringan di wilayah tersebut baru mencapai 57,33%, terendah dibandingkan tujuh kabupaten lainnya yang masih terdampak.

  2. Manggarai
    Kabupaten Manggarai masih memiliki 27 BTS yang masih dalam proses pemulihan. Tingkat pemulihan jaringan di wilayah ini mencapai 82,35%.

  3. Nagekeo
    Nagekeo, yang menjadi lokasi pusat gempa, masih memiliki 19 BTS yang belum sepenuhnya pulih. Kementerian Komdigi mencatat tingkat pemulihan jaringan di Nagekeo telah mencapai 76,25%.

  4. Ende
    Sebanyak 11 BTS di Kabupaten Ende masih dalam proses pemulihan. Adapun tingkat pemulihan jaringan telah mencapai 89,52%.

  5. Ngada
    Di Kabupaten Ngada, masih terdapat 10 BTS yang mengalami gangguan. Tingkat pemulihan jaringan mencapai 87,18%.

  6. Sikka
    Kabupaten Sikka menyisakan tujuh BTS dalam proses pemulihan. Tingkat pemulihan jaringan di daerah ini telah mencapai 94,07%.

  7. Manggarai Barat
    Manggarai Barat menjadi salah satu wilayah dengan tingkat pemulihan jaringan yang relatif tinggi. Dari BTS yang terdampak, masih terdapat empat site yang dalam proses pemulihan. Tingkat pemulihan jaringan di Manggarai Barat telah mencapai 96,36%.

  8. Flores Timur
    Flores Timur menjadi daerah dengan jumlah BTS yang masih mengalami gangguan paling sedikit. Hanya satu BTS yang masih dalam proses pemulihan. Tingkat pemulihan jaringan di Flores Timur telah mencapai 97,56%.

Tiga Kabupaten Telah Pulih Sepenuhnya

Sementara itu, tiga kabupaten yang sebelumnya terdampak gempa telah pulih sepenuhnya yakni Alor, Lembata, dan Timor Tengah Utara.

Menurut Meutya, gangguan jaringan telekomunikasi setelah gempa didominasi oleh masalah pasokan daya listrik. Dari total site yang terdampak, sebanyak 701 BTS mengalami gangguan pasokan daya. Selain itu, sebanyak 93 BTS mengalami gangguan pada jaringan transmisi.

"Pemulihan dilakukan sesuai dengan kondisi masing-masing lokasi, baik untuk gangguan pasokan daya maupun jaringan transmisi. Kami terus berkoordinasi dengan penyelenggara telekomunikasi dan pihak terkait agar site yang masih terdampak dapat segera kembali beroperasi," ujarnya.

Kementerian Komdigi melalui Pusat Monitoring Telekomunikasi (PMT) terus memantau kondisi jaringan dan berkoordinasi dengan Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio (Balmon SFR), pemerintah daerah, serta penyelenggara telekomunikasi di wilayah terdampak.

Meutya mengatakan percepatan pemulihan difokuskan pada 111 BTS yang masih mengalami gangguan, khususnya di wilayah dengan jumlah maupun persentase BTS terdampak yang masih tinggi.

Meutya menekankan bahwa layanan komunikasi sangat penting untuk memastikan masyarakat tetap dapat terhubung, memperoleh informasi, mengakses layanan darurat, dan mendukung koordinasi bantuan. “Karena itu, pemulihan jaringan menjadi bagian penting dari upaya penanganan dan pemulihan pascabencana,” katanya.

Gempa bumi M7,7 yang berpusat di Nagekeo, NTT, sebelumnya menyebabkan 53 orang meninggal dunia, 135 orang mengalami luka-luka, dan sekitar lima ribu orang mengungsi. Gempa juga mengakibatkan kerusakan pada rumah warga dan sejumlah fasilitas publik.

×
Berita Terbaru Update