-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan HUT RI 81

Iklan

Banner hut 81

Iklan HUT RI 81

Tag Terpopuler

Dampak Kabut Asap Karhutla, Seluruh Sekolah di Kabupaten Mempawah Belajar dari Rumah

Senin, 24 Agustus 2026 , 10.37 WIB Last Updated 2026-08-24T06:37:45Z

 


MEMPAWAH - Kondisi udara yang kian memprihatinkan akibat paparan asap kini memaksa ribuan siswa di Kabupaten Mempawah harus belajar dari balik pintu rumah masing-masing. Memburuknya kualitas udara yang disebabkan oleh bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah mendorong Dinas Pendidikan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disdikporapar) Kabupaten Mempawah untuk mengambil langkah darurat demi melindungi keselamatan seluruh warga sekolah. Mulai Senin (24/8/2026) hingga Jumat (28/8/2026), seluruh kegiatan pembelajaran tatap muka dialihkan sementara menjadi Belajar Dari Rumah (BDR) atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Keputusan mendesak ini diambil murni sebagai benteng pertahanan untuk menekan risiko bahaya kesehatan masyarakat sekolah. Pemerintah daerah berupaya keras meminimalkan paparan racun udara tercemar yang mengintai anak-anak, terutama guna mencegah melonjaknya kasus penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Kebijakan tegas ini berlaku bagi seluruh jenjang pendidikan tanpa terkecuali, mulai dari kelompok PAUD/TK, Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga para peserta didik di jalur pendidikan kesetaraan Paket A dan Paket B.

Penerbitan surat edaran resmi menjadi bukti sah atas dimulainya kebijakan pembelajaran jarak jauh ini. Plt Kepala Disdikporapar Kabupaten Mempawah, Reno Prawira, melalui Plt Kasi SD dan PKLK, Ilhamdi, menyampaikan bahwa keputusan tersebut telah dituangkan secara legal dalam Surat Edaran Nomor 400.3.5/25/DIKPORAPAR-B tertanggal 23 Agustus 2026. Dasar penetapan aturan ini merujuk pada analisis mendalam atas data pemantauan kualitas udara dari BMKG Stasiun Klimatologi Kalimantan Barat serta hasil Rapat Koordinasi Sekolah Terdampak Asap bersama Dirjen PAUD, Dikdas, dan Dikmen Kemendikdasmen RI pada 22 Agustus 2026. Ilhamdi menegaskan bahwa faktor kesehatan serta keselamatan fisik siswa dan guru menjadi prioritas absolut di atas segalanya.

Meskipun aktivitas sekolah tatap muka ditutup, proses transfer ilmu dan kegiatan belajar mengajar dipastikan tidak boleh berhenti di tengah jalan. Disdikporapar meminta seluruh satuan pendidikan agar cerdas dan fleksibel dalam menyesuaikan metode mengajar dengan kondisi peserta didik. Pihak sekolah juga diberi perhatian khusus agar tidak menerapkan sistem pembelajaran seragam yang memberatkan, terutama bagi siswa yang memiliki keterbatasan perangkat elektronik maupun kendala akses internet, sehingga tidak ada anak yang tertinggal dalam meraih hak pendidikannya.

Sistem kerja staf dan tenaga pengajar di lingkungan sekolah pun tak luput dari penyesuaian ketat demi mengurangi paparan asap liar. Disdikporapar membatasi kehadiran fisik para guru dan pegawai sekolah maksimal hanya 50 persen melalui mekanisme jadwal piket harian, agar fungsi administrasi vital sekolah tetap melayani masyarakat secara terbatas. Guru yang bertugas dari rumah (WFH) tetap dibebani kewajiban penuh untuk menyampaikan materi, memantau interaksi BDR, serta melakukan penilaian tugas siswa secara berkala. Sementara itu, bagi tenaga kependidikan yang tergolong kelompok rentan, seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan pegawai yang memiliki riwayat penyakit bawaan (komorbid) pernapasan, diberlakukan aturan BDR/WFH secara penuh demi keselamatan jiwa mereka.

Segala bentuk aktivitas berisiko tinggi yang melibatkan area luar ruangan kini telah resmi dihentikan total di seluruh wilayah sekolah. Larangan ketat tersebut mencakup pembekuan kegiatan olahraga di lapangan, upacara bendera harian, aktivitas ekstrakurikuler, serta kegiatan pendukung lainnya yang dapat memperbesar eksposur paru-paru terhadap asap pekat. Selain itu, Disdikporapar menetapkan kewajiban penggunaan masker standar bagi siapapun warga sekolah yang terpaksa keluar rumah. Bagi para guru atau pegawai yang mendadak mengalami gangguan kesehatan, mereka diizinkan beristirahat penuh sembari mengondisikan tugas mengajarnya.

Keberhasilan skema belajar jarak jauh ini sangat bertumpu pada kolaborasi serta kesadaran penuh dari para orang tua murid. Para wali murid diminta aktif membimbing, mendampingi, dan memastikan anak-anak mereka benar-benar berada di dalam rumah selama jam belajar berlangsung, bukan malah berkeliaran di luar. Ilhamdi menekankan bahwa aturan penutupan sekolah sementara ini bersifat dinamis dan akan terus dievaluasi mengikuti perkembangan data kualitas udara. Jika kondisi udara kembali membaik dan dinilai aman, sekolah akan dibuka kembali; namun jika situasi semakin parah, langkah perlindungan lanjutan siap diambil secara terukur sembari mengimbau sekolah untuk tanggap melaporkan jika ada warga sekolah yang mengeluhkan gangguan kesehatan akibat bencana asap ini.

×
Berita Terbaru Update