-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Harga minyak global turun tajam akibat spekulasi kesepakatan AS-Iran

Selasa, 04 Agustus 2026 | Agustus 04, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-05T03:35:11Z

Harga minyak mentah dunia mengalami penurunan yang signifikan dalam perdagangan Selasa (4/8). Penurunan ini terjadi setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memutuskan untuk menunda serangan baru terhadap Iran. Tujuannya adalah untuk mencapai kesepakatan dalam waktu dekat, yang berpotensi meningkatkan pasokan minyak dari kawasan Teluk.

Menurut data dari Investing, kontrak berjangka minyak mentah Brent turun sebanyak 4,23 poin atau 4,81 persen menjadi 83,70 dolar per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat juga mengalami penurunan sebesar 0,47 poin atau 0,59 persen, dengan harga berada di level 79,87 dolar per barel.

Dalam laporan Reuters, Iran pada Senin menyatakan bahwa tidak ada pembicaraan yang sedang berlangsung antara mereka dan Amerika Serikat maupun rencana pertemuan apa pun. Pernyataan ini bertentangan dengan klaim Trump sebelumnya bahwa pembicaraan akan berlangsung pada sore hari dan menjadi alasan penundaan serangan terhadap Iran.

Selama akhir pekan, Trump kembali menunjukkan pola yang sama seperti lima bulan terakhir, yaitu mengumumkan rencana "serangan besar-besaran" terhadap Iran, namun membatalkannya pada saat-saat terakhir. Pada Senin, Trump mengklaim bahwa pembicaraan dengan Iran "sedang berlangsung saat ini" dan memperingatkan Iran menghadapi risiko "pemenggalan kepemimpinan" jika Teheran tidak menyetujui kesepakatan untuk mengakhiri konflik.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, membantah klaim tersebut. Ia menegaskan bahwa tidak ada negosiasi dengan Amerika Serikat maupun agenda pertemuan yang dijadwalkan. Menurutnya, Iran juga tidak berencana menerima delegasi asing ataupun mengirim negosiator ke luar negeri dalam beberapa hari mendatang.

Analis dari firma konsultan energi Ritterbusch and Associates menilai aksi jual tajam di pasar minyak merupakan reaksi berlebihan terhadap pernyataan Trump yang menyebut kesepakatan dengan Iran sudah dekat, setelah sebelumnya mengancam akan melancarkan serangan besar. Mereka menulis dalam catatan mereka bahwa:

"Trump terus menunjukkan pola yang sesekali menekan pasar minyak sehingga menghambat kenaikan harga bensin secara berkelanjutan."

Pada Senin, Trump kembali mendesak perusahaan minyak untuk menurunkan harga bensin bagi konsumen AS. Ia juga mengkritik Chevron dan Exxon Mobil karena dinilai memperoleh keuntungan yang terlalu besar.

Sejalan dengan penurunan harga minyak mentah, harga bensin dan solar di Amerika Serikat juga turun sekitar 5 persen sepanjang perdagangan Senin. Hal ini menunjukkan dampak langsung dari perubahan harga minyak mentah terhadap harga bahan bakar di pasar domestik.

×
Berita Terbaru Update