Jejak Kontroversi Bigmo Berujung ke Pengadilan, Dulu Dilaporkan Zize, Kini Terlibat Kasus Vape


Nama Muhammad Jannah atau yang lebih dikenal dengan nama Bigmo kembali menjadi sorotan. Seorang kreator konten yang terkenal dengan gaya bicaranya yang blak-blakan dan sering mengangkat isu-isu yang memicu perdebatan ini kembali berhadapan dengan proses hukum. Kontroversi terbaru yang menimpa Bigmo bermula dari sebuah konten live streaming yang melibatkan anak-anak dalam konteks promosi produk liquid vape.

Bigmo awalnya dikenal sebagai kreator konten yang cukup populer di YouTube dan media sosial lainnya. Gaya komunikasinya yang tajam dan cenderung tidak menyembunyikan pendapat membuatnya memiliki banyak penggemar. Namun, pada saat yang sama, beberapa kontennya juga sering kali memicu kontroversi.

Salah satu contohnya adalah pernyataannya tentang Kota Surabaya yang menuai reaksi publik. Meski kontroversi tersebut tidak berujung pada proses hukum, hal ini menunjukkan bahwa Bigmo memang sering kali mengangkat topik-topik yang sensitif.


Sebelumnya, Bigmo juga pernah terseret dalam perkara hukum terkait Azizah Salsha atau Zize, eks istri pemain sepak bola nasional Arhan Pratama. Perkara ini dimulai dari konten media sosial yang membahas dan mengaitkan Zize dengan isu perselingkuhan. Bigmo bersama kreator lain, Adimas Firdaus alias Resbob, dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik. Kasus ini kemudian melalui proses mediasi dan akhirnya Bigmo serta Resbob menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.


Pada akhir Juli 2026, Bigmo kembali menjadi sorotan setelah video live streaming yang menampilkan sejumlah anak di bawah umur terlihat berada dalam interaksi dengannya saat produk liquid vape disebut dalam percakapan. Video ini beredar luas di media sosial dan memicu kritik karena adanya dugaan pelibatan anak dalam aktivitas yang dikaitkan dengan produk rokok elektrik.

Brand vape TAZELAB memutus kerja sama dengan Bigmo setelah kasus ini berkembang. Pihak perusahaan menyatakan bahwa kejadian tersebut bukan bagian dari konsep kampanye yang mereka rancang. Keputusan ini menunjukkan bahwa masalah ini tidak hanya berdampak pada reputasi pribadi Bigmo, tetapi juga hubungan profesionalnya dengan pihak komersial.


Persoalan ini kemudian dilaporkan ke pihak berwenang. Polda Metro Jaya melakukan penyelidikan terkait dugaan pelibatan anak dalam konten promosi vape. Penyidik mengumpulkan keterangan dari sejumlah pihak, termasuk keluarga anak yang muncul dalam video dan saksi-saksi lainnya.

Bigmo hadir di Polda Metro Jaya pada 10 Agustus 2026 untuk menjalani pemeriksaan. Ia didampingi kuasa hukum dan dicecar sekitar 40 pertanyaan oleh penyidik. Sangun Ragahdo, kuasa hukum Bigmo, menyebut bahwa Bigmo telah mengakui kesalahannya terkait live streaming yang menjadi sorotan tersebut.

Menurut keterangan pihaknya, kejadian tersebut berlangsung spontan. Bigmo tidak memiliki skenario khusus untuk melibatkan anak-anak dalam konten tersebut dan interaksi terjadi setelah anak-anak menghampirinya karena mengenal dirinya sebagai kreator.


Setelah menjalani pemeriksaan, Bigmo menyampaikan permintaan maaf. Ia menyesali kejadian tersebut dan menyatakan kapok. Bigmo juga mengatakan akan menjadikan persoalan tersebut sebagai pelajaran agar lebih berhati-hati dalam membuat konten ke depan. Permintaan maaf juga disampaikan langsung kepada keluarga anak yang terlibat.

Namun, permintaan maaf tidak otomatis menghentikan proses hukum. Pihak yang melaporkan perkara tersebut tetap meminta agar proses berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.


Sampai pemeriksaan pada 10 Agustus 2026, Bigmo masih berada dalam tahap pemeriksaan dan penyelidikan. Belum ada pengumuman resmi bahwa ia telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus promosi vape tersebut. Oleh karena itu, menyebut Bigmo sebagai orang yang telah terbukti melakukan tindak pidana merupakan kesimpulan yang terlalu jauh.

Yang dapat dipastikan adalah Bigmo sedang menjalani proses hukum sebagai pihak yang dimintai keterangan terkait perkara tersebut.


Jika melihat rekam jejak Bigmo, perkara dengan Zize dan kasus vape memiliki karakter berbeda. Perkara Zize berkaitan dengan dugaan pencemaran nama baik akibat konten dan pernyataan mengenai kehidupan pribadi seseorang. Sementara kasus vape berkaitan dengan dugaan pelibatan anak dalam konten yang berhubungan dengan promosi produk rokok elektrik.

Keduanya menunjukkan satu hal: aktivitas seorang kreator di media sosial dapat memiliki konsekuensi yang lebih luas ketika kontennya menyentuh kepentingan hukum atau hak orang lain.


Penting pula untuk tidak memasukkan seluruh kontroversi Bigmo ke dalam kategori perkara pidana. Beberapa pernyataan atau video yang pernah viral hanya menimbulkan kritik dan perdebatan di media sosial tanpa berujung pada proses hukum.

Karena itu, rekam jejak Bigmo lebih tepat dipetakan menjadi tiga kategori:

  • Kontroversi publik, yaitu konten yang menuai kritik tetapi tidak menjadi perkara hukum.
  • Laporan atau pengaduan, yaitu ketika pihak tertentu membawa persoalan ke aparat.
  • Perkara yang masih dalam proses hukum, seperti kasus promosi vape yang melibatkan anak.
Lebih baru Lebih lama