-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan HUT RI 81

Iklan

Banner hut 81

Iklan HUT RI 81

Tag Terpopuler

Lagi-lagi, BGN Ubah Kejadian Menonjol Jadi Fatal

Selasa, 04 Agustus 2026 , 00.42 WIB Last Updated 2026-08-04T03:45:13Z


Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, atau yang akrab dipanggil Mas Dar, telah mengambil langkah tegas dengan mengubah status kejadian menonjol menjadi kejadian fatal. Langkah ini diikuti dengan penerapan prinsip zero tolerance terhadap setiap insiden keamanan pangan yang terjadi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Pengubahan ini dilakukan sebagai respons terhadap beberapa kejadian yang mengancam keselamatan penerima manfaat.

Setelah melakukan kunjungan langsung ke lokasi kejadian di Semarang, Mas Dar segera menindaklanjuti dengan memperketat pengawasan dan memperkuat mekanisme penegakan disiplin di seluruh SPPG. Ia menekankan bahwa setiap kasus yang mengancam keselamatan penerima manfaat harus diperlakukan sebagai masalah serius karena berkaitan langsung dengan nyawa dan kesehatan masyarakat.

"Sehubungan dengan rapat tadi, kami putuskan bahwa keracunan menjadi kejadian fatal. Ini menyangkut nyawa seseorang dan kondisi kesehatannya. Kami berharap ini menjadi kasus yang pertama dan terakhir sejak saya menjadi Kepala Badan," ujar Mas Dar usai rapat pimpinan kepada wartawan, Senin (3/8).


Sebagai konsekuensi dari perubahan status tersebut, BGN menetapkan prosedur penanganan yang lebih ketat. Setiap SPPG yang diduga menjadi sumber insiden keamanan pangan akan langsung dihentikan sementara operasionalnya (suspend) untuk dilakukan investigasi secara menyeluruh. Pemeriksaan meliputi:

  • Hasil laboratorium
  • Penerapan standar higiene dan sanitasi
  • Kepatuhan terhadap prosedur operasional
  • Evaluasi terhadap personel yang bertanggung jawab dalam operasional dapur

Mas Dar menegaskan bahwa Kepala SPPG sebagai penanggung jawab operasional akan dikenakan sanksi tegas apabila terbukti lalai dalam menjalankan tugasnya.

"Setiap ada kasus keracunan, dapur atau SPPG langsung kami suspend. Kepala SPPG kami copot, kemudian kami investigasi apakah terjadi kelalaian atau ada unsur lain. Hasil investigasi itu menjadi dasar untuk menentukan langkah berikutnya," ujar Mas Dar.


Menurut Mas Dar, kebijakan tersebut bukan semata-mata bertujuan memberikan hukuman, melainkan membangun budaya kerja yang mengedepankan keselamatan penerima manfaat serta meningkatkan kedisiplinan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Zero tolerance terhadap kasus keracunan. Ini menyangkut nyawa, kondisi kesehatan, dan keamanan anak-anak kita, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita," lanjut Mas Dar.


Ke depan, BGN berkomitmen untuk memastikan Program MBG berjalan dengan standar keamanan pangan yang semakin baik. Dengan demikian, program ini diharapkan mampu memberikan manfaat optimal sekaligus menjamin keselamatan seluruh penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Langkah-langkah yang diambil oleh BGN mencerminkan komitmen kuat untuk menjaga kualitas layanan gizi yang diberikan kepada masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan balita. Dengan pendekatan yang lebih ketat dan transparan, diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap program ini dapat meningkat.

×
Berita Terbaru Update