-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan HUT RI 81

Iklan

Banner hut 81

Iklan HUT RI 81

Tag Terpopuler

Papua Terancam El Nino Hingga 2027

Kamis, 27 Agustus 2026 , 10.00 WIB Last Updated 2026-08-27T07:28:55Z



JAYAPURA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah V Jayapura memberikan peringatan dini terkait ancaman kekeringan dan potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Provinsi Papua. Peringatan ini dikeluarkan setelah hasil pemantauan dinamika atmosfer-laut menunjukkan bahwa fenomena El Niño berada pada intensitas sangat kuat dan diprediksi akan bertahan hingga awal tahun 2027.

Finnyalia Napitupulu, Ketua Tim Meteorologi Publik BMKG, menjelaskan bahwa fenomena iklim global ini berdampak signifikan terhadap penurunan intensitas hujan. Hal ini memicu kondisi lingkungan yang jauh lebih kering dari rata-rata tahunan.

”Berdasarkan analisis curah hujan bulan Agustus 2026, wilayah Provinsi Papua umumnya mengalami curah hujan dengan kriteria rendah hingga menengah. Sifat hujan didominasi Bawah Normal,” ujar Finnyalia kepada Cenderawasih Pos, Senin (24/8). Ia menambahkan bahwa fenomena tersebut juga memicu terjadinya Hari Tanpa Hujan (HTH) di sejumlah area dengan kategori Sangat Pendek (1–5 hari) hingga Pendek (6–10 hari).

Meski demikian, BMKG mencatat bahwa peluang hujan belum sepenuhnya hilang. Pembentukan awan hujan masih terjadi di beberapa tempat akibat gangguan atmosfer skala regional, seperti dinamika pola angin lokal serta aktifnya Madden-Julian Oscillation (MJO). Namun, pasokan curah hujan yang dihasilkan tetap jauh lebih sedikit dibandingkan kondisi normal akibat dominasi kuat El Niño.

Minimnya curah hujan mulai memicu kemunculan titik panas (hotspot) yang mengindikasikan tingginya kerawanan Karhutla. Berdasarkan hasil pemantauan pada Dasarian II Agustus 2026, sebaran titik panas di Papua didominasi oleh tingkat kepercayaan Sedang dan Tinggi.

Berikut adalah wilayah dengan konsentrasi hotspot terbanyak:

  • Kabupaten Keerom terpantau 49 titik panas
  • Kabupaten Kepulauan Yapen terpantau 22 titik panas
  • Kota Jayapura terpantau 12 titik panas

Tingginya angka hotspot ini membutuhkan perhatian dan pemantauan ketat, khususnya pada wilayah kawasan hutan dan lahan vegetasi yang memiliki kondisi curah hujan relatif rendah. BMKG merekomendasikan masyarakat untuk tetap waspada dan memperhatikan informasi cuaca secara berkala.

Selain itu, pihak berwenang juga diminta untuk meningkatkan upaya pencegahan dan mitigasi Karhutla, termasuk dalam hal pengelolaan lahan dan penggunaan air. Keterlibatan masyarakat setempat dalam menjaga lingkungan juga menjadi faktor penting untuk mengurangi risiko kebakaran.

Peringatan dini dari BMKG menjadi langkah penting dalam menghadapi situasi yang semakin memprihatinkan akibat dampak El Niño. Dengan adanya informasi yang akurat dan cepat, diharapkan dapat meminimalkan kerugian yang bisa terjadi baik secara ekologis maupun sosial.

×
Berita Terbaru Update