-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan HUT RI 81

Iklan

Banner hut 81

Iklan HUT RI 81

Tag Terpopuler

Pontianak Mulai Bangun SPALD-T Rp1,7 Triliun, Untuk Pengolahan Limbah Rumah Tangga

Kamis, 20 Agustus 2026 , 07.27 WIB Last Updated 2026-08-20T04:28:13Z
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono saat menyampaikan sambutan dalam Kick-off Pembangunan SPALD-T Kota Pontianak

PONTIANAK - Pemerintah Kota Pontianak resmi memulai tahap konstruksi pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T) guna mentransformasi sanitasi kota serta meningkatkan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat. Proyek infrastruktur modern bernilai Rp1,7 triliun dari Kementerian Pekerjaan Umum ini akan berlangsung secara bertahap hingga tahun 2030, dengan target kapasitas pengolahan limbah mencapai 24 ribu meter kubik per hari yang terhubung ke lebih dari 15 ribu sambungan rumah, kantor, dan tempat usaha.


Jaringan pipa utama SPALD-T dibentangkan dari kawasan Nipah Kuning Dalam hingga Martapura memanfaatkan kombinasi metode galian terbuka dan jacking. Pipa primer akan ditanam pada kedalaman 6 hingga 12 meter di bawah tanah, yang kemudian dihubungkan ke jaringan pipa sekunder serta tersier langsung dari sumber limbah rumah tangga. Seluruh air limbah domestik—mulai dari kloset, fasilitas cuci, hingga floor drain, akan dialirkan untuk disedot dan diolah menjadi air bersih sebelum dilepaskan kembali ke lingkungan.


Dalam struktur pengelolaannya, operasional SPALD-T akan diserahkan kepada Perumda Tirta Khatulistiwa di bawah penanganan direktur khusus bidang sanitasi. Pembangunan jaringan pipa ini memanfaatkan ruang milik jalan sehingga tidak membutuhkan proses pembebasan lahan. Meski demikian, Pemkot Pontianak telah menyiapkan rencana mitigasi dampak konstruksi, mengingat pengerjaan jalan mencakup jalur logistik pelabuhan, kawasan perkantoran, pusat pendidikan, hingga pasar permukiman yang berpotensi menimbulkan kendala kemacetan serta isu sosial.


Proses pengerjaan teknis SPALD-T menghadapi tantangan kondisi geografis yang cukup kompleks, seperti karakteristik tanah bergambut, muka air tanah yang tinggi, hingga keterbatasan ruang kerja. Plt Direktur Sanitasi Kementerian Pekerjaan Umum, Sandhi Eko Bramono, menjelaskan bahwa sistem perpipaan ini mengandalkan aliran gravitasi tanpa tekanan, sehingga kemiringan serta kepresisian konstruksi menjadi faktor yang sangat vital.


Seluruh limbah terintegrasi nantinya diproses di dua pusat Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik (IPALD), yakni di Nipah Kuning dan Martapura. Proses pengolahan ini dirancang untuk membunuh mikroorganisme patogen dan menetralkan pencemar biologis sesuai standar baku mutu Kementerian Lingkungan Hidup. Pengelolaan air limbah yang terstruktur ini secara langsung akan melindungi kualitas sumber air baku serta mendukung sistem penyediaan air minum yang aman dan berkelanjutan bagi warga Kota Pontianak.


Adapun tahap pekerjaan konstruksi SPALD-T akan dilaksanakan secara berkala pada sejumlah ruas jalan strategis, meliputi Jalan Komyos Sudarso, Jalan Pelabuhan Rakyat, Jalan Sapta Marga, Jalan Atot Achmad, Jalan Karet, Gang Alpokat Permai, Kompleks Yuka, Jalan Dr. Setia Budi, Jalan Ketapang, Jalan Hijas, Jalan Mahakam, Jalan Tanjungpura, Jalan Siam, Jalan Jenderal Urip, Jalan Kenari, Jalan Rajawali, Jalan Wolter Monginsidi, Jalan Nusa Indah I, Jalan Nusa Indah III, hingga Jalan Ir. Juanda. Proyek ini menyejajarkan Pontianak dengan sejumlah kota lain yang telah menerapkan sistem pengelolaan limbah serupa, seperti Jakarta, Banda Aceh, Jambi, Pekanbaru, Balikpapan, Denpasar, dan Yogyakarta.

×
Berita Terbaru Update