
Kabar duka datang dari dunia voli Indonesia. Atlet muda Tanah Air, Widya Rayi Fadhilah Lail, meninggal dunia pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Kepergian atlet yang dikenal sebagai pemain opposite ini mengejutkan banyak pihak, termasuk rekan-rekannya di klub dan penggemar olahraga voli.
Kabar tersebut disampaikan oleh mantan klubnya, Jakarta Pertamina Enduro melalui akun instagramnya pada Minggu (2/8/2026). Klub juara Proliga 2026 itu menyampaikan belasungkawa mendalam atas kepergian Widya.
“Turut berduka cita atas berpulangnya atlet berprestasi Widya Rayi Fadhilah,” tulis Jakarta Pertamina Enduro dalam akun instagramnya @jpevolley, Minggu (2/8/2026).
“Segenap keluarga besar Jakarta Pertamina Enduro menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan,” sambungnya.
“Selamat beristirahat dengan tenang, Widya,” tutup pernyataan tersebut.
Widya sempat masuk dalam skuad Jakarta Pertamina Fastron, kini Jakarta Pertamina Enduro, pada Proliga 2023. Pemain berposisi opposite itu diketahui pernah menjadi rekan setim Megawati Hangestri Pertiwi dan Yolla Yuliana.
Pada Proliga 2023, Widya sukses membawa Jakarta Pertamina Fastron melaju ke partai final. Namun sayangnya, mereka harus puas finis sebagai runner-up setelah kalah dari Bandung BJB Tandamata dengan skor akhir 3-2 (25-27, 22-25, 26-24, 26-24, 8-15).
Selain itu, Widya merupakan pemain muda yang berasal dari klub Jakarta, Bharata Muda. Dia turut mengantarkan klubnya berlaga sampai ke babak final Livoli Divisi 1 pada 2022 dan 2024.
Widya Rayi Fadhilah Lail adalah sosok yang tidak hanya berprestasi di lapangan, tetapi juga memiliki semangat dan dedikasi tinggi dalam bermain voli. Sebagai pemain muda, ia telah menunjukkan potensi luar biasa sejak awal kariernya. Meskipun masih muda, ia telah mampu membangun reputasi sebagai salah satu pemain terbaik di posisi opposite.
Keberhasilan yang diraihnya bersama Jakarta Pertamina Fastron di Proliga 2023 menunjukkan bahwa ia mampu berkontribusi secara signifikan dalam tim. Meski akhirnya kalah di partai final, performanya selama turnamen tersebut sangat mencuri perhatian dan memberikan harapan besar bagi masa depannya.
Selain itu, Widya juga berhasil membawa klub Bharata Muda ke babak final Livoli Divisi 1 pada dua kesempatan berurutan, yaitu 2022 dan 2024. Ini menunjukkan bahwa ia bukan hanya seorang atlet yang tangguh, tetapi juga seorang pemimpin yang mampu membawa timnya ke level yang lebih tinggi.
Rekan-rekannya di klub dan komunitas voli mengenal Widya sebagai sosok yang ramah, rendah hati, dan penuh semangat. Ia tidak hanya menjadi bagian dari tim, tetapi juga menjadi inspirasi bagi para pemain muda lainnya. Kehadirannya di lapangan sering kali memberikan energi positif yang dapat memotivasi rekan-rekannya untuk bermain lebih baik.
Selain itu, Widya juga dikenal sebagai pemain yang sangat profesional. Ia selalu menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas dan kerja sama tim. Hal ini membuatnya menjadi contoh yang baik bagi generasi muda voli Indonesia.
Kepulangan Widya Rayi Fadhilah Lail meninggalkan duka yang mendalam bagi dunia voli Indonesia. Ia meninggalkan jejak yang tak akan mudah dilupakan, baik dalam prestasi maupun dalam sikap dan semangatnya. Semoga almarhumah diterima di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan.