-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan HUT RI 81

Iklan

Banner hut 81

Iklan HUT RI 81

Tag Terpopuler

Banjir Bandang Terjang Solok, 2 Orang Masih Hilang dan 50 Warga Mengungsi

Selasa, 22 September 2026 , 23.33 WIB Last Updated 2026-09-22T16:33:35Z

Banjir Bandang Solok, Foto : Merdeka


SOLOK – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Solok, Sumatera Barat, berubah menjadi bencana dalam waktu singkat. Banjir bandang menerjang Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, pada Senin (21/9/2026) malam. Hingga Selasa (22/9/2026), dua orang masih belum ditemukan dan pencarian terus dilakukan oleh tim gabungan.


Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, selain dua orang yang masih hilang, satu warga mengalami luka berat dan tiga lainnya mengalami luka ringan. Banjir tersebut juga menyebabkan sekitar 50 warga mengungsi.


Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyebut dampak banjir tidak hanya dirasakan warga. Sebanyak 100 rumah dan 10 kantor pemerintah di wilayah terdampak turut terkena dampak bencana.


Menurut Berton, banjir bandang terjadi secara tiba-tiba sekitar pukul 20.00 WIB. Hujan dengan intensitas tinggi menjadi pemicu utama terjadinya bencana tersebut.


“Banjir bandang di Solok ini kejadiannya sangat tiba-tiba dan yang bisa kami sampaikan pemicunya adalah hujan dengan intensitas tinggi,” ujar Berton dalam konferensi pers di Gedung Kemenko Polkam, Selasa (22/9/2026).


Akses Jalur Arosuka Terdampak

Dampak banjir bandang juga meluas hingga ke akses transportasi. Salah satu infrastruktur yang terdampak adalah jembatan penghubung di Jalur Arosuka.


Berton mengatakan, sedikitnya tiga kendaraan ikut terdampak akibat terjangan banjir. Jembatan yang sempat terputus kini sudah dapat dilalui kembali, tetapi penggunaannya masih bersifat darurat dan terbatas.


“Banjir bandang ini menyebabkan tiga mobil kendaraan terdampak serta jembatan terputus, namun sekarang sudah bisa dilalui secara darurat dan terbatas,” kata Berton.


Sementara itu, pemerintah daerah telah menetapkan status kebencanaan. Namun, proses pendataan terhadap korban dan warga yang terdampak masih terus dilakukan untuk memastikan kondisi di lapangan secara menyeluruh.


Tim SAR juga masih menyisir kawasan sungai untuk mencari dua warga yang belum ditemukan. Di sisi lain, tim gabungan mulai melakukan pembersihan material lumpur yang terbawa arus banjir.


Hingga Selasa, proses pencarian korban dan penanganan dampak banjir masih berlangsung. Pemerintah bersama tim gabungan terus melakukan upaya penanganan sekaligus memperbarui data mengenai kondisi warga dan wilayah terdampak.

×
Berita Terbaru Update