-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan HUT RI 81

Iklan

Banner hut 81

Iklan HUT RI 81

Tag Terpopuler

Gubernur Kalbar Salurkan Bantuan Air Bersih dan Gelar Pasar Murah Tanggap Karhutla di Ketapang

Rabu, 23 September 2026 , 10.49 WIB Last Updated 2026-09-23T03:49:55Z

 

Gubernur Kalbar Salurkan Bantuan Air Bersih dan Gelar Pasar Murah Tanggap Karhutla di Ketapang


KETAPANG - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih dan menggelar pasar murah di Kabupaten Ketapang pada Selasa (22/9/2026). 


Langkah konkret ini diambil sebagai bentuk respons cepat pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan dan daya beli warga yang terdampak musim kemarau serta bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).


Gubernur Kalbar, Ria Norsan, mengawali rangkaian kegiatan dengan membagikan pasokan air bersih kepada warga yang mulai kesulitan mendapatkan air bersih. 


Usai pembagian air, didampingi jajaran Pemerintah Kabupaten Ketapang, Gubernur membuka pasar murah yang dipusatkan di Lapangan Sepakat.


Dalam kegiatan pasar murah tersebut, Pemprov Kalbar menyediakan 1.000 paket sembako bersubsidi. Paket yang berisi 5 kilogram beras premium, 1 kilogram gula pasir, dan 1 kilogram minyak goreng senilai Rp130.000 tersebut dapat dibeli masyarakat seharga Rp50.000 saja.


"Setiap paket senilai Rp130.000 ini disubsidi melalui dukungan CSR Bank Kalbar, sehingga masyarakat cukup membayar Rp50.000," ujar Ria Norsan. 


Ia menambahkan bahwa pasar murah ini bertujuan untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi akibat bencana kemarau dan karhutla.


Setelah membuka pasar murah, Ria Norsan melanjutkan kunjungan kerja dengan meninjau langsung lokasi rawan karhutla di wilayah Pelang, Kabupaten Ketapang. Peninjauan ini dilakukan untuk memantau kondisi lapangan sekaligus mengevaluasi efektivitas penanganan api.


Ria Norsan menegaskan pentingnya penanganan karhutla yang terpadu dan berkelanjutan. Sinergi lintas sektor, meliputi pemprov, pemkab, TNI-Polri, Manggala Agni, pelaku usaha, hingga masyarakat, menjadi kunci utama mengatasi bencana ini.


"Penanganan karhutla dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, seperti air bersih dan pangan, harus berjalan beriringan. Kehadiran pemerintah tidak hanya fokus pada pemadaman bencana, tetapi juga pada perlindungan dan penguatan ketahanan warga," tegasnya menutup kunjungan.

×
Berita Terbaru Update