-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan HUT RI 81

Iklan

Banner hut 81

Iklan HUT RI 81

Tag Terpopuler

RSUD Agats Diterobos Massa Saat Kericuhan Asmat, Polisi Imbau Warga Tak Main Hakim Sendiri

Rabu, 23 September 2026 , 08.10 WIB Last Updated 2026-09-23T01:10:00Z


Kericuhan di Asmat, Papua Selatan

PAPUA SELATAN - Situasi di Kota Agats, Kabupaten Asmat, Papua Selatan, memanas pada Senin (21/9/2026) siang. Kericuhan yang berawal dari dugaan kasus penganiayaan seorang anak itu berujung pada jatuhnya dua korban jiwa serta kerusakan sejumlah fasilitas RSUD Agats setelah massa menerobos masuk ke area rumah sakit.


Kapolres Asmat AKBP Wahyu Basuki mengatakan, rangkaian kericuhan bermula dari kasus penganiayaan terhadap seorang anak berinisial EP yang diduga dilakukan oleh dua orang. EP kemudian dilaporkan meninggal dunia akibat penganiayaan tersebut.


Kabar tersebut memicu kemarahan keluarga EP. Mereka kemudian berupaya mencari dua orang yang diduga terlibat dalam kasus tersebut dan melakukan tindakan kekerasan terhadap salah satu terduga pelaku.


Salah satu terduga pelaku berinisial JH ditemukan keluarga EP di kawasan Pasar Mama-Mama Cemenes. JH kemudian dianiaya hingga tidak sadarkan diri.


JH sempat dikira telah meninggal dunia. Namun, setelah diketahui masih hidup, JH meminta pertolongan untuk dievakuasi ke RSUD Agats guna mendapatkan perawatan.


“JH sempat dikira meninggal, namun kemudian diketahui masih hidup dan meminta pertolongan untuk dievakuasi ke RSUD Agats,” kata Wahyu dalam keterangan resmi yang diterima Senin malam.


Massa Terobos RSUD Agats

Situasi kembali memanas setelah keluarga EP mengetahui JH masih hidup dan sedang menjalani perawatan di RSUD Agats. Mereka kemudian mendatangi rumah sakit tersebut.


Personel Polres Asmat berusaha menghalau massa dan mencegah mereka memasuki area rumah sakit. Namun, upaya tersebut tidak berhasil sepenuhnya. Massa akhirnya menerobos barikade aparat dan kembali melakukan penganiayaan terhadap JH.


Tidak hanya itu, sejumlah fasilitas RSUD Agats turut mengalami kerusakan. Beberapa di antaranya adalah kaca, pintu, serta fasilitas rumah sakit lainnya.


Menurut Wahyu, penganiayaan terhadap JH kembali terjadi setelah massa berhasil masuk ke area rumah sakit. JH kemudian dinyatakan meninggal dunia pada pukul 12.55 WIT.


“Massa yang menerobos barikade aparat kembali melakukan penganiayaan hingga JH meninggal di RSUD Agats pada pukul 12.55 WIT,” ungkapnya.


Polisi Cegah Kericuhan Meluas

Setelah JH meninggal dunia, keluarga EP kembali mencari satu orang lainnya yang diduga terlibat dalam kasus penganiayaan. Namun, hingga Senin malam, keberadaan terduga pelaku kedua tersebut belum diketahui.


Kepolisian masih melakukan penanganan dan pendalaman terhadap seluruh rangkaian kejadian. Proses tersebut dilakukan untuk mengungkap secara menyeluruh peristiwa yang menyebabkan dua orang meninggal dunia tersebut.


“Kami bersama jajaran stakeholder, TNI, dan tokoh masyarakat terus melakukan berbagai upaya untuk meredam situasi, mencegah terjadinya aksi kekerasan susulan, serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Agats,” ujar Wahyu.


Polisi juga meminta seluruh pihak, khususnya keluarga korban dan keluarga pihak yang diduga terlibat, untuk menahan diri. Masyarakat diimbau tidak mengambil tindakan sendiri yang berpotensi memperkeruh situasi.


“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpancing dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri. Percayakan penanganan perkara ini kepada Kepolisian,” tegas Wahyu.


Hingga Senin malam, personel Polres Asmat masih disiagakan di sejumlah titik di Kota Agats. Pengamanan dilakukan untuk mengantisipasi pergerakan massa, mencegah kemungkinan bentrokan susulan, serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.


“Personel masih kami siagakan di sejumlah titik untuk mencegah bentrok susulan,” pungkasnya.

×
Berita Terbaru Update