
Ilustrasi foto Edy Rusdi Kamtono dan Sutarmidji
PONTIANAK - Persoalan krisis air bersih dan intrusi air asin yang kerap membayangi Kota Pontianak saat musim kemarau mendadak memanas. Mantan Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, menyentil Pemerintah Kota Pontianak untuk bergerak cepat memperluas Waduk Penepat hingga 10 kali lipat.
Namun, tanggapan menohok justru datang dari Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, yang menyebut usulan tersebut dengan kata "merampot".
Lantas, apa yang sebenarnya terjadi di balik polemik waduk ini?
Sutarmidji mendorong Pemkot Pontianak untuk segera mengambil tindakan nyata guna mengatasi ancaman air asin yang kerap mengganggu pasokan air minum warga.
Menurutnya, kapasitas Waduk Penepat saat ini sangat terbatas dan hanya mampu bertahan selama tiga hari saja.
"Jika pemerintah daerah memperluas kapasitas waduk tersebut, cadangan air bersih dapat bertahan hingga satu bulan penuh saat musim kemarau atau saat air asin mengontaminasi sungai," tulis Sutarmidji, Minggu (14/9/2026).
Dengan perluasan hingga 10 kali lipat, Sutarmidji meyakini krisis air bersih tahunan di Pontianak dapat teratasi dengan lebih terukur.
Reaksi Menohok Edi Kamtono: Focus-nya Ada di Sumber Air Baku!
Menanggapi desakan mantan pasangannya di Pemkot Pontianak tersebut, Edi Rusdi Kamtono memberikan respons santai namun tegas. Ia menilai usulan perluasan Waduk Penepat bukanlah solusi jangka panjang yang tepat untuk mengatasi fenomena intrusi air asin.
Edi menganggap gagasan tersebut "merampot" karena waduk sejatinya hanya berfungsi sebagai penampung sementara. Menurut pandangannya, kunci utama dalam menyelesaikan persoalan krisis air baku bukanlah pada besarnya waduk penampungan, melainkan pada keandalan dan ketersediaan sumber air baku itu sendiri.
Fenomena intrusi air asin memang menjadi musuh bebuyutan bagi layanan air bersih di Kota Pontianak setiap kali kemarau melanda. Saat kadar garam di Sungai Kapuas meningkat, pemrosesan air minum menjadi terhambat.
Perdebatan mengenai efektivitas keberadaan waduk penampung versus pencarian sumber air baku baru kini menjadi sorotan publik. Warga pun berharap perdebatan gagasan ini dapat melahirkan solusi permanen agar krisis air bersih tak lagi jadi langganan saban tahun.