PONTIANAK - Ancaman kebakaran hutan dan lahan berulang memaksa Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mengintensifkan penyisiran dari udara. Langkah cepat ini diambil demi mengunci potensi titik api sebelum membara dan meluas di wilayah-wilayah rawan.
Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), helikopter patroli PK-FVA dikerahkan dari pangkalan Pontianak pada Minggu (18/10/2026). Armada udara ini ditugaskan melakukan ground check atau verifikasi langsung di lapangan terhadap indikasi titik panas di enam kabupaten dan kota.
Enam wilayah yang menjadi fokus pemantauan ketat tersebut meliputi Kabupaten Kubu Raya, Kayong Utara, Landak, Bengkayang, Mempawah, dan Kota Singkawang. Prioritas sasaran diarahkan ke kawasan yang pernah terbakar dan memiliki kerawanan tinggi untuk kembali menyala.
Kepala Satgas Informasi Bencana BPBD Provinsi Kalbar, Daniel, menjelaskan bahwa pemantauan udara ini memberikan gambaran visual yang jauh lebih luas dan presisi. Hasil temuan helikopter patroli menjadi basis data krusial yang langsung disinergikan dengan tim di darat.
"Untuk base camp Pontianak, patroli PK-FVA akan melakukan patroli di wilayah Kabupaten Kubu Raya, Kayong Utara, Landak, Bengkayang, Singkawang, dan Mempawah untuk melakukan ground check terhadap titik api di wilayah-wilayah yang berpotensi terbakar kembali," ujar Daniel.
Sinergi antara satgas udara dan satgas darat menjadi kunci utama agar eksekusi pemadaman dapat dilakukan sedini mungkin saat titik api aktif terdeteksi. Kendati demikian, seluruh pergerakan helikopter patroli tetap bergantung pada dinamisnya cuaca serta jarak pandang penerbangan demi menjaga keselamatan personel.
Di sisi lain, Pemprov Kalbar turut menegaskan pentingnya peran aktif warga dalam memutus rantai karhutla. Masyarakat mengimbau seluruh pihak untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan kemunculan asap atau titik api sekecil apa pun kepada petugas terdekat.
