PONTIANAK – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat (Kalbar) bersama instansi terkait terus mengupayakan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), salah satunya melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Operasi ini tetap disiapkan untuk dilaksanakan di wilayah yang memiliki pertumbuhan awan konvektif berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Ketua Satgas Informasi Bencana BPBD Provinsi Kalbar, Daniel, mengatakan pesawat untuk mendukung operasi modifikasi cuaca tetap dalam kondisi siaga. Pelaksanaan operasi akan menyesuaikan informasi meteorologi, terutama ketika terpantau pertumbuhan awan konvektif yang memungkinkan kegiatan dilakukan.
“Operasi modifikasi cuaca tetap kita laksanakan di wilayah-wilayah yang memiliki pertumbuhan awan konvektif. Oleh karena itu, pesawat yang melakukan operasi ini selalu siaga. Itu berdasarkan informasi dari BMKG, kalau sudah ada pertumbuhan awan konvektif maka akan dilakukan operasi modifikasi cuaca,” ujar Daniel, Rabu (21/10/2026).
Kesiapsiagaan tersebut menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan dukungan cuaca dalam penanganan karhutla di Kalbar. Informasi BMKG menjadi acuan untuk menentukan waktu dan wilayah yang berpotensi mendukung pelaksanaan OMC, sehingga operasi dapat dilakukan sesuai kondisi atmosfer.
Upaya ini juga penting di tengah kondisi cuaca yang berbeda-beda di setiap daerah. Sejumlah wilayah, terutama bagian utara dan selatan Kabupaten Ketapang, masih mengalami curah hujan yang minim sehingga penanganan karhutla melalui operasi darat tetap diperlukan.
Melalui koordinasi dengan BMKG dan kesiapan sarana pendukung, Pemprov Kalbar terus mendorong agar berbagai langkah penanganan dapat berjalan secara terpadu. Operasi modifikasi cuaca menjadi salah satu upaya pendukung, sementara penanganan di lapangan tetap menyesuaikan perkembangan titik api dan kondisi wilayah.
Meski demikian, pelaksanaan OMC bergantung pada ketersediaan awan konvektif dan kondisi atmosfer yang sesuai. Karena itu, operasi ini tidak dapat menjamin hujan turun di seluruh wilayah sasaran.
Pemerintah juga mengajak semua pihak untuk tetap berperan aktif dalam mencegah karhutla, antara lain dengan tidak membuka lahan menggunakan cara membakar dan segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran.
Dengan kesiapsiagaan pesawat, pemantauan BMKG, serta berlanjutnya penanganan di darat, diharapkan upaya pengendalian karhutla di Kalimantan Barat dapat semakin optimal dan kondisi yang mulai membaik dapat terus dipertahankan.
