-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan Pemprov

Iklan

Banner hut 81

Iklan Pemprov

Tag Terpopuler

Pertaruhan Naik Kelas, Para Judo Indonesia Amankan Dua Medali di Hari Pertama Asian Para Games 2026

Selasa, 20 Oktober 2026 , 18.59 WIB Last Updated 2026-10-20T11:59:49Z

Tim Para Judo Indonesia persembahkan medali di hari pertama Asian Para Games 2026.


AICHI - Keputusan berani Junaedi berpindah kelas bertarung membuahkan hasil manis di panggung Asia. Tampil di kelas baru -70 kg putra J1, judoka tunanetra Indonesia tersebut sukses menyumbang medali perak setelah menyajikan pertarungan sengit pada hari pertama cabang olahraga para judo Asian Para Games 2026 yang berlangsung di Aichi Prefectural Martial Arts Hall, Jepang, Senin (19/10/2026).


Pencapaian Junaedi dilengkapi oleh torehan Dheny Marsyelina yang berhasil mengamankan medali perunggu di kelas -60 kg putri J1. Tambahan dua medali ini membuat tim para judo Indonesia langsung memenuhi target awal yang dipatok oleh National Paralympic Committee (NPC) Indonesia sejak hari pertama kompetisi.


Langkah Junaedi menuju partai puncak terbilang sangat impresif. Memilih naik kelas dari yang sebelumnya -60 kg ke -70 kg, ia menumbangkan lawan-lawannya di babak penyisihan lewat kemenangan ippon kilat. Di perempat final, wakil Uzbekistan, Ibrokhimjon Akbarov, ia taklukkan hanya dalam kurun waktu 39 detik.


Kejutan terbesar hadir di babak semifinal saat Junaedi mematahkan rekor buruk ketika bertemu rival utamanya asal India, Kapil Parmar. Setelah selalu menelan kekalahan dalam empat pertemuan sebelumnya di berbagai ajang internasional, Junaedi kali ini tampil dominan dan mengunci kemenangan ippon dalam tempo 38 detik.


Penyempurnaan strategi menjadi kunci utama dalam perubahan performanya di atas matras. Berbeda dengan gaya bertanding sebelumnya yang mudah terbaca, petunjuk taktis dari tim pelatih mengenai teknik kumikata (pegangan baju judo) membuatnya mampu mengeksekusi serangan dengan momentum yang tepat. Sebagai judoka tunanetra, ia mengombinasikan kepekaan insting dan panduan instruksi suara pelatih dari luar matras secara presisi.


Meski harus mengakui keunggulan judoka China, Zhu Shiwen, di partai final lewat kekalahan ippon pada detik ke-45, hasil perak ini memperbaiki pencapaian Junaedi yang sebelumnya meraihan medali perunggu pada Asian Para Games 2022. Medali perak tersebut ia persembahkan secara khusus untuk sang istri yang tengah mengandung serta seluruh masyarakat Indonesia.


Sementara itu, Dheny Marsyelina menunjukkan daya juang tinggi di kelas -60 kg putri J1. Usai meraih kemenangan ippon atas wakil Thailand di perempat final dan terhenti di semifinal oleh atlet China, Dheny bangkit pada perebutan tempat ketiga dengan mengalahkan Aiganym Zhanatbek asal Kazakhstan untuk memastikan medali perunggu.


Pelatih Para Judo Indonesia, Imam Kuncoro, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan anak asuhnya melampaui persaingan ketat tingkat Asia yang dihuni para judoka peringkat teratas dunia. Peluang penambahan medali bagi Kontingen Indonesia masih terbuka lebar seiring bertandingnya Siyamsih (-70 kg putri J1) dan Fajar Pambudi (-95 kg putra J1), serta peraih emas Hangzhou, Roma Siska Tampubolon (+70 kg putri J1) pada laga lanjutan.

×
Berita Terbaru Update