2.000 Pencari Kerja Hadiri Job Fair Padang, 44 Perusahaan Siap Rekrut


Padang – Sebanyak 2.000 pencari kerja telah mengajukan berkas lamaran pekerjaan sebagai bagian dari upaya mencari peluang kerja. Kondisi ini menunjukkan antusiasme yang cukup baik dari masyarakat, terutama kalangan muda.

Wali Kota Padang Fadly Amran mengajak generasi muda untuk lebih aktif dalam mencari pekerjaan sesuai dengan kemampuan mereka. Ia menekankan pentingnya tidak malas-malasan dan menjalani proses pencarian kerja secara serius.

Pemerintah Kota Padang melalui kegiatan Job Fair 2026 memberikan kesempatan bagi para pencari kerja untuk bertemu langsung dengan pemberi kerja. Acara ini melibatkan puluhan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja. Namun, tidak semua anak muda merespons positif kegiatan ini. Beberapa di antaranya menganggap Job Fair hanya formalitas belaka.

Ungkapan tersebut bahkan sempat disampaikan melalui akun media sosial Wali Kota. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan ditujukan untuk mereka yang tidak serius, tetapi untuk pencari kerja yang benar-benar ingin memperjuangkan masa depan mereka.

Dalam Job Fair 2026, terdapat 1.141 formasi lowongan kerja dari 44 perusahaan. Pemkot Padang menilai acara ini menjadi mediator yang efektif antara pelamar dan pemberi kerja. Terlebih saat ini banyak peluang kerja baik di dalam maupun luar negeri.

Program unggulan Pemkot Padang, yaitu Padang Melayani, juga menyediakan pelatihan khusus bagi pencari kerja. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualifikasi dan kompetensi para peserta.

Lulusan Sarjana Mendominasi Angka Pengangguran

Terpisah, Kepala BPS Sumbar Sugeng Arianto menjelaskan data terkini tentang angkatan kerja di Sumatra Barat. Dikatakan, sebanyak 3,20 juta orang termasuk dalam angkatan kerja atau sekitar 71,3% dari total penduduk. Sementara itu, 179,63 ribu orang merupakan pengangguran.

Berdasarkan data Agustus 2025, jumlah angkatan kerja meningkat dibanding Agustus 2024 sebesar 95,19 ribu orang. Penduduk yang bekerja naik 93,83 ribu orang, sedangkan pengangguran meningkat 1,35 ribu orang.

Tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada Agustus 2025 sebesar 5,62%, turun 0,13 poin dibanding Agustus 2024. Di tingkat perkotaan, TPT mencapai 6,53%, sedangkan di daerah pedesaan sebesar 4,51%.

Kenaikan terjadi di wilayah perkotaan dan pedesaan masing-masing sebesar 0,14 poin dan 0,23 poin.

Tingkat Pendidikan dan Pengangguran

Dari segi pendidikan, TPT tertinggi adalah tamatan Diploma I/II/III sebesar 8,03%, diikuti oleh tamatan Diploma IV, S1, S2, dan S3 sebesar 7,82%. Sementara itu, TPT terendah adalah pendidikan SD ke bawah sebesar 3,09% dan tamatan SMP sebesar 4,16%.

Lulusan sarjana mendominasi angka pengangguran terbuka di Sumbar, yakni sebesar 7,82%.

Partisipasi Angkatan Kerja

Tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) di Sumbar pada Agustus 2025 sebesar 71,34%, naik 1,06 poin dibanding Agustus 2024. TPAK laki-laki sebesar 83,21%, lebih tinggi dari TPAK perempuan yang sebesar 59,4%.

Berdasarkan jenis kelamin, TPAK laki-laki naik 0,46 poin, sedangkan TPAK perempuan naik 1,65 poin.

Sektor yang Menyerap Tenaga Kerja

Tiga lapangan usaha yang paling banyak menyerap tenaga kerja di Sumbar adalah pertanian (35,62%), perdagangan (17,62%), dan akomodasi serta makan minum (8,85%).

Pada Agustus 2024, sektor ketiga terbesar adalah industri pengolahan, tetapi kini bergeser ke sektor akomodasi dan makan minum.

Jenis Pekerjaan

Sebanyak 1,94 juta orang bekerja di kegiatan informal (64,34%), sedangkan 1,07 juta orang bekerja di kegiatan formal (35,66%). Persentase pekerja formal mengalami penurunan 1,79 poin dibanding Agustus 2024.

Tingkat pekerja paruh waktu di Sumbar pada Agustus 2025 sebesar 26,17%, artinya 26 dari 100 orang bekerja adalah pekerja paruh waktu. Tingkat ini naik 1,29 poin dibanding Agustus 2024.

Pekerja paruh waktu perempuan mencapai 34,00%, lebih tinggi dari pekerja paruh waktu laki-laki sebesar 20,66%.

Daerah dengan Peningkatan Pengangguran

Berdasarkan data dari 19 kabupaten dan kota di Sumbar, beberapa daerah mengalami peningkatan pengangguran dibanding Agustus 2024. Daerah tersebut antara lain Kota Solok, Padang Panjang, Payakumbuh, Kabupaten Lima Puluh Kota, Kepulauan Mentawai, Pesisir Selatan, dan Kabupaten Pasaman.

Lebih baru Lebih lama