
WARTA PONTIANAK- Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebutkan bahwa angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas selama masa liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) masih lebih banyak melibatkan pengendara sepeda motor.
"Kematian ini sebagian besar disebabkan oleh kecelakaan kendaraan bermotor dua roda. Lebih dari 70 persen korban yang meninggal adalah pengendara sepeda motor," kata Budi.
Berdasarkan analisis data dari tahun sebelumnya, Budi menyampaikan adanya ketidaknormalan dalam penurunan jumlah kecelakaan yang tidak diikuti oleh penurunan jumlah korban jiwa. Jumlah kecelakaan tercatat berkurang dari sekitar 3.000 kejadian pada akhir 2023 menjadi 2.700 kejadian pada 2024. Namun, angka kematian justru meningkat dari sekitar 400 orang menjadi 485 orang.
Selain faktor kendaraan roda dua, Menteri Kesehatan menyoroti lokasi kecelakaan yang sebagian besar terjadi di jalan arteri atau jalan umum. "Lebih dari 95 persen kecelakaan tidak terjadi di jalan tol," ujarnya.
Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat yang melakukan perjalanan liburan dengan menggunakan sepeda motor untuk lebih waspada, menjaga kondisi tubuh tetap baik, memakai helm yang sesuai standar nasional, serta tidak membawa beban berlebihan.
Di sisi lain, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyatakan dukungannya terhadap kelancaran dan keamanan arus liburan akhir tahun dengan menempatkan 590 posko di seluruh wilayah Indonesia.
Ia memperingatkan para pengendara sepeda motor untuk tidak memaksakan diri saat berkendara dan segera beristirahat di posko terdekat jika merasa lelah.
"Nilai sebuah kehidupan sangat tinggi. Oleh karena itu, marilah kita bersama-sama menjaga keselamatan agar dapat berangkat dengan aman dan kembali pulang dalam kondisi sehat menyambut tahun baru 2026," katanya.