5 Fakta Menarik Baek Ki Tae di Made in Korea

Latar Belakang Kompleks Baek Ki Tae dalam Drakor "Made in Korea"

Baek Ki Tae, yang diperankan oleh Hyun Bin dalam drakor "Made in Korea", sering kali dianggap sebagai tokoh antagonis yang ambisius dan penuh kekuasaan. Namun, di balik penampilannya yang dingin dan manipulatif, tersembunyi latar belakang yang sangat rumit dan menyentuh. Fakta-fakta ini mengungkap bahwa Baek Ki Tae bukan sekadar tokoh satu dimensi, melainkan hasil dari sejarah, trauma, serta sistem yang membatasi hidupnya sejak muda.

Berikut adalah lima fakta tersembunyi tentang Baek Ki Tae yang memberikan wawasan lebih dalam mengenai karakternya:

  1. Baek Ki Tae dan kedua adiknya adalah zainichi

    Status sebagai zainichi, yaitu orang keturunan Korea yang tinggal di Jepang pada masa itu, menjadi salah satu faktor penting dalam kehidupan Baek Ki Tae. Mereka hidup di antara dua dunia tanpa benar-benar diterima. Di Jepang, mereka dipandang sebagai warga kelas dua, sementara Korea bukanlah tanah air yang sepenuhnya mereka kenal. Identitas liminal ini menciptakan rasa tidak aman yang mendalam, sekaligus menanamkan obsesi untuk memiliki kekuasaan yang tak bisa diremehkan siapa pun.

  2. Pernah hidup lama di Osaka sebelum 'dipaksa' pulang ke Korea

    Baek Ki Tae menghabiskan masa kecil dan remajanya di Osaka bersama orang tua dan kedua adiknya. Osaka bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga rumah yang memberinya stabilitas sebelum segalanya berubah. Kematian orang tua mereka menjadi titik patah yang memaksa keluarga tersebut kembali ke Korea. Kepulangan ini bukan awal baru yang hangat, melainkan fase penuh keterasingan. Mereka harus beradaptasi dengan budaya, bahasa, dan sistem sosial yang asing. Trauma kehilangan orang tua bercampur dengan tekanan sebagai pendatang membuat Ki Tae tumbuh dengan rasa marah yang terpendam, sekaligus tekad untuk tidak pernah lagi menjadi pihak yang lemah.

  3. Hidup serba sulit di Korea dan menanggung beban keluarga

    Sesampainya di Korea, kehidupan Baek Ki Tae jauh dari kata layak. Ia harus menghadapi kemiskinan ekstrem dan stigma sosial sebagai pendatang tanpa akar kuat. Di usia muda, ia tidak memiliki kemewahan untuk bermimpi atau mengejar idealisme. Segala keputusan hidupnya sejak saat itu didasarkan pada satu tujuan, yaitu bertahan. Kondisi ini perlahan mengikis batas moralnya. Bagi Baek Ki Tae, hukum dan etika sering kali terasa sebagai kemewahan yang hanya dimiliki mereka yang lahir dengan privilese. Tekanan ekonomi menjadi fondasi awal yang kelak membenarkan pilihan-pilihan ekstremnya.

  4. Berperan sebagai orang tua bagi dua adiknya

    Setelah kematian orang tua mereka, Baek Ki Tae secara de facto menjadi kepala keluarga. Ia tidak hanya berperan sebagai kakak, tetapi juga sebagai ayah, ibu, sekaligus pelindung bagi kedua adiknya. Peran ini memaksanya dewasa sebelum waktunya. Ia menjalani berbagai pekerjaan demi menghidupi keluarga, tanpa sempat memproses kesedihan atau kelelahan emosionalnya. Tanggung jawab yang terlalu besar ini membentuk kepribadiannya yang keras dan penuh kontrol. Bagi Ki Tae, kegagalan bukan opsi, karena setiap kesalahan berarti ancaman bagi keluarganya.

  5. Pernah menjadi komandan tentara karier yang dipecat tidak hormat

    Sebelum terjun ke dunia intelijen dan bisnis gelap, Baek Ki Tae pernah berkarier sebagai komandan di tentara. Posisi ini menunjukkan bahwa ia memiliki disiplin, kecerdasan strategis, dan jiwa kepemimpinan sejak awal. Namun, karier militernya berakhir tragis ketika ia dipecat dengan tidak hormat akibat suatu kasus. Pemecatan ini menjadi luka besar dalam hidupnya. Negara yang ia layani justru menyingkirkannya tanpa belas kasihan. Dari sinilah tumbuh rasa sinis terhadap institusi negara dan hukum, yang kelak mendorongnya memanfaatkan sistem demi kepentingannya sendiri.

Kelima fakta tersembunyi ini memperlihatkan bahwa Baek Ki Tae bukan sekadar penjahat yang lahir dari keserakahan. Ia adalah hasil dari sejarah migrasi, kemiskinan, trauma keluarga, dan pengkhianatan negara. "Made in Korea" dengan cerdas menempatkan latar belakang ini sebagai bayangan yang terus menghantui setiap keputusan Baek Ki Tae, membuatnya menjadi salah satu karakter paling kompleks dan tragis dalam drama Korea modern.

Lebih baru Lebih lama