
MediaHarianDigital - Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti mengadakan pertemuan dengan Ibu Negara Pakistan Aseefa Bhutto Zardari serta anggota Majelis Nasional (MNA). Pertemuan ini merupakan bagian dari tindak lanjut dari kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Pakistan pada 8-9 Desember tahun lalu.
Pada kesempatan tersebut, Roro menekankan potensi peningkatan kerja sama ekonomi, termasuk dalam bidang produksi minyak nabati (edible oil), investasi, serta penguatan rantai pasok dan keamanan pangan.
"Kami melihat adanya peluang besar untuk memperluas kerja sama ekonomi antara kedua negara, bukan hanya dalam perdagangan, tetapi juga investasi serta penguatan rantai pasok yang mendukung ketahanan pangan jangka panjang," ujarnya dalam pernyataan resminya, Rabu (14/1/2026).
Berikut adalah beberapa variasi dari teks tersebut: 1. Roro selanjutnya mendorong kerja sama yang lebih lanjut guna memperluas perjanjian perdagangan dengan meningkatkan status IP-PTA menuju Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) pada tahun 2027. 2. Selanjutnya, Roro mengajak untuk memperluas perjanjian perdagangan melalui peningkatan status IP-PTA menjadi CEPA pada tahun 2027 dengan menjalin kerja sama yang lebih kuat. 3. Roro juga menyarankan adanya kerja sama berkelanjutan untuk memperluas perjanjian perdagangan dengan meningkatkan status IP-PTA menuju CEPA pada 2027. 4. Dalam langkah berikutnya, Roro mendorong kolaborasi lanjutan agar perjanjian perdagangan dapat diperluas melalui peningkatan status IP-PTA ke CEPA di tahun 2027. 5. Roro juga mengusulkan kerja sama yang lebih luas untuk memperluas perjanjian perdagangan dengan meningkatkan status IP-PTA menjadi CEPA pada tahun 2027.
Menurutnya, peningkatan kerja sama ini akan memberikan kejelasan yang lebih tinggi bagi dunia usaha kedua negara dalam bidang perdagangan dan investasi.
Sesi ini juga menyentuh mengenai perubahan iklim yang menjadi topik global.
Roro juga menunjukkan minatnya untuk belajar dari pengalaman Provinsi Sindh dalam membangun perumahan yang tahan iklim secara besar-besaran, khususnya setelah banjir tahun 2022.
Roro juga menyoroti kebijakan kepemilikan rumah yang diberikan kepada perempuan sebagai kepala keluarga, yang dianggap sebagai langkah yang progresif dan sesuai dengan agenda pemberdayaan perempuan.
"Menciptakan perumahan yang tahan terhadap iklim sekaligus menjamin kepemilikan rumah dalam nama perempuan merupakan tindakan nyata pemerintah terhadap perempuan," katanya.
Di sisi lain, Ibu Negara Pakistan Aseefa Bhutto menyambut positif rencana strategis mengenai peningkatan kerja sama antara kedua negara.
Menurutnya, Indonesia dan Pakistan memiliki hubungan keturunan yang membuat pertemuan tersebut lebih bermakna dan mempermudah keterlibatan bilateral antara kedua negara.
Pada kesempatan ini, Aseefa juga menyampaikan rasa belasungkawa dan simpati terhadap bencana banjir dan longsor yang baru saja terjadi di Indonesia khususnya di Pulau Sumatra. Ia turut berduka bagi keluarga yang terkena dampak serta mendoakan kesembuhan bagi seluruh korban yang terkena imbas bencana tersebut.
Mereka juga mengapresiasi kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto khususnya dalam memberikan kesejahteraan sosial melalui program Makan Bergizi Gratis untuk anak-anak dan ibu hamil.
"Pakistan juga berupaya mencapai tujuan yang sama melalui program unggulan seperti Benazir Income Support Programme," tutupnya.