Banjir Jakarta, Mengapa Hujan Terus Mengguyur Jabodetabek Hari Ini

CUACA hujan mengguyur jabodetabek selama dua hari terakhir. Hujan yang terus-menerus hampir sepanjang hari Minggu pagi hingga Senin pagi kemarin, 11-12 Januari 2026. Dilanjutkan dengan hujan dari Senin pagi hingga menjelang siang tadi.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat intensitas hujan di beberapa daerah Jabodetabek cukup tinggi sepanjang hari Minggu pagi hingga Senin pagi. Tidak heran laporanbanjirdatang dari berbagai daerah saat hujan lebat kembali turun pada pagi hingga siang hari Senin.

Laporan dari stasiun atau pos pengukur hujan di Citayam dan Jagorawi Bogor, yang berada di Kabupaten Bogor, menunjukkan tingkat curah hujan yang turun hingga 129,0 dan 109,8 mm selama periode Minggu pagi hingga Senin pagi.

Berdasarkan BMKG, klasifikasi hujan deras meliputi kisaran curah hujan antara 100 hingga 150 mm per hari. Jika melebihi angka tersebut disebut sebagai hujan ekstrem. Sementara itu, hujan yang berada di bawahnya termasuk hujan lebat dengan kisaran 50 hingga 100 mm per hari.

Hujan deras selama periode yang sama dilaporkan oleh BMKG, antara lain dari wilayah Pelabuhan Tanjung Priok, Pasar Minggu, Atang Sanjaya Bogor, Pesanggrahan (Depok), Beji Depok, Mauk Tangerang, Ancol, Bandara Soekarno Hatta, dan Bekasi.

Tidak hanya di Jabodetabek, curah hujan yang tinggi juga tercatat di Makassar (126,7 mm/hari), Nusa Tenggara Timur (126,0 mm), dan Bali (120,0 mm). BMKG mengungkapkan hal ini dalam laporan prakiraan cuaca mingguan untuk periode 13-19 Januari 2026 yang dirilisnya hari ini.

Dalam pernyataannya, Direktur Meteorologi Publik Andri Ramdhani menjelaskan bahwa kondisi cuaca ekstrem ini disebabkan oleh kombinasi dinamika atmosfer skala regional yang saling memperkuat. Pertama, ia menyebutkan, terjadi penguatan Monsoon Asia yang diikuti dengan meningkatnya kecepatan angin di kawasan Laut Cina Selatan yang bergerak ke arah selatan melalui Selat Karimata hingga mencapai Pulau Jawa.

"Polanya aliran angin ini memperkuat terbentuknya daerah konvergensi, khususnya sepanjang Pulau Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara, yang berpengaruh besar dalam mendorong perkembangan awan hujan secara intensif," ujarnya dalam keterangan tertulis.

Kedua, teramati adanya daerah tekanan udara rendah di Samudra Hindia sebelah selatan Nusa Tenggara Barat yang turut mempengaruhi pola sirkulasi angin regional. Sistem ini, menurut Andri, menyebabkan aliran angin di bagian selatan Indonesia menjadi lebih dominan ke arah timur, sehingga semakin memperkuat konvergensi dan perlambatan massa udara di kawasan selatan Indonesia.

"Keadaan ini memperkuat proses naiknya udara secara lebih kuat dan terus-menerus, yang pada akhirnya meningkatkan kemungkinan hujan deras di sebagian besar pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara," ujarnya.

Bagaimana Prakiraan Cuaca untuk Seminggu Mendatang

Dalam pernyataannya, Andri menyebutkan bahwa Jakarta dan sekitarnya merupakan wilayah yang perlu waspada terhadap peningkatan curah hujan dengan intensitas sedang pada periode 13-19 Januari. Namun, Jakarta tidak mendapatkan peringatan dini hujan lebat atau sangat lebat. Peringatan dini yang berlaku untuk Jakarta dan sekitarnya adalah cuaca angin kencang.

Peringatan dini hujan deras-sangat deras dikeluarkan oleh BMKG untuk Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I Yogyakarta, Jawa Timur, NTB, NTT, dan Papua Pegunungan (13-15 Januari). Sementara itu, Sumatera Barat, Jawa Timur, NTT, dan Papua Pegunungan akan mendapat peringatan tersebut pada 16-19 Januari.

Lebih baru Lebih lama