
MediaHarianDigital-Luapan Sungai Lamong kembali mengganggu wilayah Gresik Selatan. Sampai Senin (12/1), 9 desa terendam dengan ketinggian air sekitar 30 sentimeter.
BPBD Gresik masih menetapkan status siaga karena kemungkinan datangnya air dari wilayah Lamongan dan Mojokerto. Kepala BPBD Gresik Sukardi mengatakan bahwa 9 desa terkena dampak meluapnya Kali Lamong. Lima desa berada di Kecamatan Benjeng dan empat desa di Kecamatan Cerme.
"Kurang lebih 410 rumah tergenang, dengan ketinggian air mencapai 30 sentimeter," kata Sukardi.
Air juga merendam 240 hektare lahan pertanian dan 71 hektare tambak. Berdasarkan pengawasan BPBD, lanjut dia, meluapnya daerah aliran sungai (DAS) Kali Lamong terus meningkat sejak akhir pekan lalu.
Namun, kondisi banjir di kawasan Benjeng dilaporkan mulai menunjukkan penurunan. "Kenaikan air sungai cenderung meningkat di Kecamatan Cerme. Salah satu yang paling buruk terjadi di Desa Morowudi," ujar Sukardi.
Sukardi mengatakan, tidak ada korban jiwa akibat luapan tersebut. Meskipun demikian, pihaknya telah membuka posko darurat serta menyediakan perahu karet sebagai persiapan menghadapi situasi kritis.
"Kami menetapkan status darurat. Masyarakat diharapkan tetap waspada," kata Sukardi.