Musim Durian Klaten: Warga Panen Sendiri dan Buka Lapak Rumahan

MEDIAHARIANDIGITAL - Petani mangga di Klaten mulai merasakan manisnya hasil panen.

Pengamatan MEDIAHARIANDIGITAL, wilayah Desa Randulanang, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten mulai terlihat pedagang durian lokal, Sabtu (17/1/2026).

Mereka menanam buah durian tersebut sendiri.

Seorang warga, Raharjo (43) mengonfirmasi hal ini.

Pohon durian yang ia tanam, kini telah berbuah.

"Jika hasilnya (total) masih belum diketahui, ini baru 1–2, belum semua terkumpul. Tapi sudah mulai (memasuki puncak panen)," kata Raharjo saat diwawancara MEDIAHARIANDIGITAL, Sabtu (17/1/2026).

Ia memiliki sendiri pohon durian varietas lokal, dengan jumlah total 10 pohon yang ia tanam.

"Satu pohon mampu menghasilkan 40 buah," jelasnya.

Dijelaskannya, rasa buah durian yang lezat tersebut dapat berubah menjadi kurang terasa.

Ini dipengaruhi oleh kondisi alam.

"Ada yang rasanya lezat, ada yang tidak. Jika itu (faktor) berada di alam," katanya.

Mayoritas Jual Durian Lokal

Selain penduduk yang memiliki pohon, ada juga warga yang menjalankan usaha penjualan durian di rumah mereka.

Salah satu contohnya adalah lapak milik Mbok Pon atau Wahyu Durian.

Pemilik kios, Wahyu (29), menyatakan bahwa usaha ini telah ia jalani selama empat tahun.

"Di rumah ini hampir sudah empat tahun, ya. Sebelumnya pernah berjualan di jalan, lalu Ibu memang dasarnya (berdagang) di pasar," kata Wahyu.

Jenis durian yang tersedia di tempat tersebut kebanyakan adalah durian lokal, seperti durian Petruk.

Rasa durian lokal, menurut Wahyu, merupakan kombinasi rasa yang unik.

"Yang paling diminati oleh semua orang itu yang saya jual, yang paling dicari tetap manis dan pahit," katanya.

Setiap hari, banyak pengunjung datang mencari buah durian, baik di hari biasa maupun pada akhir pekan.

"Kemungkinan mencapai 60 hingga 70 pada hari biasa. Jika hari libur, seperti Sabtu atau Minggu, bisa mencapai 130 hingga 150 ekor," katanya.

Ada Pengunjung dari Mancanegara

Pengunjung yang datang, menurut Wahyu, berasal dari kota-kota sekitar hingga luar negeri.

"Ada dari Klaten, Solo Raya, tadi Jogja ada. Paling jauh dari Selandia Baru, tapi istrinya berasal dari Sukoharjo. Dari Jepang kemarin, istrinya orang Cawas," ujar Wahyu.

"Pernah datang ke sini, mencoba durian lokal," tambahnya.

Harga Dimulai dari Rp 35 Ribu, Rasanya Terjamin

Buah durian yang tersedia di tangan Wahyu berasal dari hasil panen masyarakat sekitar yang dibawa ke tempatnya.

Harga yang ditetapkan untuk menikmati durian ini dianggap masih sesuai dengan standar yang berlaku.

"Harga durian itu standar, sedangkan yang terjamin kami berada di kisaran harga Rp 35 ribu ke atas," ujar Wahyu.

Terdapat pula paket harga, misalnya Rp 100 ribu untuk tiga buah durian. Namun, persediaannya terbatas.

Ia juga memperjualkan durian unggulan dengan harga yang mencapai ratusan ribu rupiah.

"Yang paling mahal harganya Rp 150 ribu. Ada yang Rp 250 ribu, tetapi beratnya 8 kilogram," jelasnya.

Waktu operasional toko Wahyu dimulai pukul 08.00 WIB.


Lebih baru Lebih lama