
MEDIAHARIANDIGITAL - Lebih dari ratusan siswa dari berbagai wilayah mengikuti Lomba Keterampilan Baris Berbaris (LKBB) Lentera 2026 yang diselenggarakan di Gedung Jatim Expo, Surabaya, pada hari Minggu (18/1/2026).
Acara yang diadakan oleh Paskibra SMKN 12 Surabaya ini merupakan pertama kalinya memperebutkan Piala Bergilir Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI, dengan hadiah total sebesar Rp85 juta.
Kepala SMKN 12 Surabaya, Lilik Majidatuz Zahro MPd, menyebutkan bahwa kegiatan ini diikuti sekitar 200 tim dari berbagai tingkat pendidikan, mulai dari SD, SMP, SMA/SMK, hingga kategori purna.
Menurutnya, LKBB Lentera merupakan salah satu inisiatif sekolah dalam membentuk karakter generasi muda melalui kegiatan disiplin dan nasional.
"Tujuannya adalah untuk membangun semangat nasionalisme dan karakter peserta didik agar memiliki rasa persatuan serta akhlak yang baik," kata Lilik di tengah kegiatan tersebut.
Antusiasme Peserta Tinggi
Selain berasal dari Surabaya, peserta juga datang dari berbagai wilayah lain seperti Madiun hingga Madura.
Peserta memperlihatkan berbagai variasi formasi baris-berbaris yang disajikan dengan konsep inovatif.
Panitia menyediakan lebih dari 240 trofi tetap serta 31 trofi berputar untuk para pemenang.
Selain kompetisi, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk bersilaturahmi dan berkumpul kembali bagi para lulusan Paskibra SMKN 12 Surabaya dari berbagai angkatan yang turut berkontribusi dalam kelancaran acara.
Lilik menambahkan bahwa perkembangan ekstrakurikuler Paskibra di sekolah-sekolah saat ini semakin mengarah ke arah yang baik.
"Sebagian besar sekolah saat ini memiliki tim Paskibra. Kami melihat antusiasme ini sebagai sesuatu yang positif karena pembentukan karakter siswa banyak dilatih melalui kegiatan semacam ini," ujar mantan anggota Paskibra Jawa Timur angkatan 1985 tersebut.
Seorang peserta dari SMAN 20 Surabaya mengungkapkan perasaan cemas namun juga bangga karena bisa tampil dalam kompetisi yang terkenal sangat ketat.
Tim Paskibra SMAN 20 Surabaya mengusung tema 'Rahwana dan Cinta' yang dikembangkan bersama pelatih mereka.
"Lomba Lentera ini terkenal sangat bergengsi, sehingga persaingannya ketat. Tantangan terbesar bagi kami adalah menggabungkan ego masing-masing anggota agar dapat tampil kompak sebagai satu tim," kata Habibi, salah satu anggota tim.