Lapangan Stadion Lukas Enembe (LE) yang terletak di Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura, Papua, menjadi penuh sesak dengan penonton saat Persipura Jayapura menghadapi PSS Sleman dalam pertandingan lanjutan kompetisi Championship musim 2025/2026, Sabtu (24/1/2026). Berdasarkan data, panitia menyebutkan jumlah penonton mencapai 19.612 orang yang memenuhi seluruh bangku di stadion yang menjadi kebanggaan masyarakat Papua, yang merupakan rekor baru.
Peningkatan signifikan jumlah pendukung ini menyebabkan kemacetan lalu lintas di jalan utama yang menghubungkan Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura sejak siang hari.
Pelatih Persipura Jayapura, Owen Rahadian, mengungkapkan rasa haru melihat semangat para pendukung yang meningkat cukup signifikan dibandingkan pertandingan kandang sebelumnya yang hanya mencapai angka 12 ribu orang.
Kehadiran ribuan penonton menjadi bukti nyata bahwa kepercayaan masyarakat terhadap tim sepak bola yang memiliki julukan Mutiara Hitam masih kuat meskipun menghadapi persaingan liga yang sengit.
"Antusiasme masyarakat Papua sangat luar biasa, kenaikan dari 12 ribu menjadi 19.612 orang adalah sesuatu yang sangat kami syukuri," kata Owen setelah pertandingan.
Dukungan besar dari penonton di tribun diakui sebagai semangat penting bagi pemain saat berusaha membalikkan situasi di lapangan hijau.
Owen memberikan penghargaan khusus kepada personel TNI dan Polri yang berhasil menjaga kelancaran pertandingan hingga berakhir dalam situasi yang aman dan kondusif.
Momen ini juga menjadi tanda kembalinya Owen Rahadian untuk mendampingi tim secara langsung di Papua setelah sebelumnya hanya mengawasi perkembangan klub dari luar daerah.
Mengenai susunan tim, manajemen menegaskan bahwa kriteria perekrutan pemain di Persipura tidak hanya berdasarkan kemampuan teknis seseorang saja.
Pandangan klub menekankan bahwa setiap pemain, termasuk pemain asing, harus memiliki hubungan emosional yang kuat dan kesetiaan tinggi terhadap identitas tim.
"Persipura adalah rumah, sehingga pemain yang datang harus bermain dengan hati karena jika tidak, Persipura bukan tempatnya," tegas Owen.
Manajemen saat ini masih memiliki kepercayaan penuh terhadap tiga pemain asing yang ada dan menyangkal kabar tentang perubahan susunan tim secara tergesa-gesa.
Owen menganggap para pemain asing tersebut telah mampu beradaptasi dengan gaya bermain khas Papua serta menunjukkan komunikasi yang baik bersama rekan lokal.
Fokus utama Persipura dalam sepuluh pertandingan tersisa musim ini adalah menjaga kohesi tim agar mempertahankan posisi di papan atas klasemen.
"Kami percaya diri karena dukungan finansial dan doa dari seluruh masyarakat Papua terus mengalir demi kejayaan Persipura Jayapura, yang merupakan tim kesayangan seluruh warga di Tanah Papua," kata Owen.
Perjuangan Persipura pada sisa musim Championship diprediksi akan semakin sulit, tetapi kehadiran para pendukung diharapkan tetap menjadi "pemain ke-12" yang setia.
"Kami juga berkomitmen untuk terus mengevaluasi kinerja tim secara objektif guna mempertahankan martabat sepak bola Papua di tingkat nasional," tegas Owen.
Kemenangan demi kemenangan diharapkan mampu mengganti seluruh pengorbanan para pendukung yang telah melewati kemacetan panjang agar bisa tiba di stadion.
Persipura kini mempersiapkan pertandingan berikutnya dengan semangat yang lebih menyala, didorong oleh energi positif dari belasan ribu pendukung di Stadion Lukas Enembe. (*)