Pontianak – Program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah terbukti memberikan dampak nyata bagi percepatan infrastruktur di Kalimantan Barat melalui alokasi anggaran sebesar Rp178.428.461.000 dari Pemerintah Pusat. Dana tersebut dialokasikan untuk membiayai penanganan ruas jalan sepanjang 34,72 kilometer yang mencakup kewenangan pemerintah provinsi maupun kabupaten di Kalbar.
Langkah strategis ini merupakan bagian dari peresmian Inpres Jalan Daerah Tahun 2025 secara serentak di seluruh Indonesia oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Gubernur Kalbar, Ria Norsan, menghadiri agenda peresmian tersebut secara daring dari Balai Petitih Kantor Gubernur Kalimantan Barat pada Selasa (23/6/2026). Secara nasional, program ini telah merampungkan pembangunan dan peningkatan jalan sepanjang 1.151 kilometer demi memperkuat konektivitas dan mendongkrak ekonomi nasional.
Dalam arahannya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembenahan infrastruktur jalan adalah kunci utama untuk memperlancar distribusi hasil bumi—seperti sektor pertanian dan perikanan—serta aktivitas ekonomi masyarakat demi mewujudkan kesejahteraan yang merata.
Komitmen Pemprov Kalbar Menuju Target Jalan Mantap
Menanggapi program tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menyatakan apresiasi mendalam atas dukungan penuh dari Pemerintah Pusat. Gubernur Ria Norsan optimistis kehadiran Inpres ini mampu mengurai keterisolasian wilayah yang selama ini terkendala keterbatasan akses.
“Kita harapkan dengan adanya Inpres Jalan Daerah ini dapat membuka akses infrastruktur yang selama ini masih terbatas serta mempercepat konektivitas antarwilayah di Kalimantan Barat,” ujar Norsan.
Saat ini, kondisi jalan provinsi di Kalimantan Barat yang masuk dalam kategori jalan mantap baru menyentuh angka 65 persen. Namun, dengan keberlanjutan Inpres Nomor 11 Tahun 2025 yang direncanakan bergulir hingga tahun 2029, Pemprov Kalbar memasang target realistis yang lebih tinggi.
“Target kita sampai tahun 2030 mencapai 80 persen jalan mantap. Sesuai kemampuan anggaran yang tersedia, perbaikan akan terus dilakukan secara bertahap. Mudah-mudahan target tersebut dapat tercapai,” tambah Norsan.
Melalui sinergi ini, mobilitas logistik dan masyarakat diharapkan berjalan lebih lancar. Pemprov Kalbar berharap program ini terus berlanjut guna mendongkrak daya saing daerah, mempermudah akses pelayanan dasar, dan menghadirkan kesejahteraan yang merata bagi seluruh warga Kalimantan Barat.(mus)
