5 Bintang Masa Depan Eropa, Didominasi Generasi Z


Monarki Eropa kini memasuki era modern yang akan dipimpin oleh para anggota Generasi Z. Dalam beberapa tahun mendatang, lima kerajaan Eropa akan berada di tangan perempuan, sebuah perubahan besar dari tradisi lama yang biasanya dipimpin oleh raja. Para calon ratu ini menarik perhatian publik, baik di negaranya maupun secara internasional, karena kepribadian mereka yang kuat, cerdas, dan sangat terhubung dengan realitas zaman.

Berikut adalah lima sosok calon ratu Eropa yang siap mengubah wajah monarki dunia:

1. Putri Leonor dari Spanyol

Putri Leonor, putri sulung Raja Felipe VI dan Ratu Letizia, lahir pada 31 Oktober 2005. Ia telah diberikan gelar Putri Asturias sejak 2014 dan menjadi urutan pertama dalam garis suksesi takhta Spanyol. Leonor akan menjadi Ratu Spanyol pertama sejak era Isabella II pada abad ke-19 (1833–1868).

Ia telah menyelesaikan pelatihan militer di tiga matra, darat, laut, dan udara. Selanjutnya, ia akan melanjutkan pendidikan di Universitas Carlos III Madrid dengan mengambil jurusan Ilmu Politik. Leonor juga dikenal sebagai sosok yang tangguh dan memiliki semangat untuk menjadi pemimpin yang mampu menjawab tantangan zaman.

2. Putri Elisabeth dari Belgia

Putri Elisabeth, putri sulung Raja Philippe dan Ratu Mathilde, akan menjadi Ratu pertama yang memerintah Belgia berkat hukum suksesi gender netral yang disahkan tahun 1991. Lahir pada 25 Oktober 2001, ia telah menerima pendidikan khusus yang dirancang untuk peran masa depannya.

Elisabeth menyelesaikan pelatihan intensif di Akademi Militer Kerajaan di Brussel, kemudian belajar Sejarah dan Politik di Universitas Oxford. Ia juga mengambil gelar master di bidang Kebijakan Publik di Harvard University. Putri Belgia ini menguasai empat bahasa, yakni Belanda, Prancis, Jerman, dan Inggris, serta dikenal sebagai sosok yang akademis, tenang, dan anggun.

3. Putri Catharina-Amalia dari Belanda

Putri Catharina-Amalia, Princess of Orange, lahir pada tanggal 7 Desember 2003. Ia merupakan salah satu penerus tradisi penguasa perempuan di Belanda, seperti Ratu Wilhelmina. Putri ini telah menerima beragam persiapan untuk peran masa depannya, termasuk pendidikan tinggi di bidang Politik, Psikologi, Hukum, dan Ekonomi (PPLE).

Saat ini, ia sedang menempuh studi Hukum di Universitas Amsterdam. Putri Catharina-Amalia juga telah menjalani pembinaan militer dan berpartisipasi dalam program Defensity College dari Kementerian Pertahanan Belanda. Pada usia 18 tahun, ia membuat heboh setelah menolak tunjangan tahunan kerajaan sebesar €1,6 juta karena merasa belum pantas menerimanya sebelum menjalankan tugas resmi kerajaan secara penuh.

4. Putri Ingrid Alexandra dari Norwegia

Lahir pada 21 Januari 2004, Putri Ingrid Alexandra berada di garis suksesi kedua setelah ayahnya, Putra Mahkota Haakon. Dikenal sebagai "Badass Princess", Ingrid dikenal santai dan tidak kaku di antara para putri Eropa lainnya. Ia adalah atlet selancar yang menjuarai kompetisi junior wave surfing nasional Norwegia.

Putri Ingrid juga memiliki izin mengemudikan kendaraan tempur lapis baja, pernah mengoperasikan kapal cepat serbu militer, hingga mendampingi pilot jet tempur. Ia akan menjadi Ratu berkuasa kedua dalam sejarah Norwegia sejak Ratu Margaret pada abad ke-15.

5. Putri Estelle dari Swedia

Putri Estelle, putri dari Putri Mahkota Victoria dan Pangeran Daniel, lahir pada 23 Februari 2012. Ia berada di urutan kedua pewaris setelah ibunya. Swedia adalah negara pertama di dunia yang menerapkan hukum suksesi tanpa memandang gender pada tahun 1980, sehingga garis takhta Estelle dijamin penuh meski memiliki saudara laki-laki, Pangeran Oscar.

Sejak kecil, Estelle diperkenalkan pada isu-isu sosial, lingkungan, dan seni oleh ibunya, menjadikannya calon ratu yang berwawasan modern. Ia dibesarkan di bawah sorotan publik Swedia dengan kehangatan dan keceriaannya, menjadikannya sosok yang sangat diminati oleh masyarakat.

Lebih baru Lebih lama