PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS), perusahaan yang dimiliki oleh Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, mengalami perubahan di jajaran direksi meski baru saja melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam rangka initial public offering (IPO). Grandy Prajayakti, salah satu direkturnya, resmi mengundurkan diri pada 22 Juli 2026. Keputusan ini diumumkan melalui keterbukaan informasi yang dilakukan oleh manajemen RANS.
Menurut Rumunggu Yokonapita, Direktur Keuangan RANS, pihak perusahaan telah menerima surat pengunduran diri dari Grandy dengan alasan pribadi. Ia menjelaskan bahwa pengunduran diri tersebut tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap operasional perusahaan maupun kondisi keuangan dan kelangsungan bisnis RANS.
"Perseroan menerima surat permohonan pengunduran diri Saudara Grandy Prajayakti sebagai Direktur Perseroan. Pengunduran diri tersebut disampaikan atas dasar alasan pribadi," ujar Rumunggu dalam pernyataannya. Ia menegaskan bahwa langkah ini tidak berdampak material terhadap kegiatan operasional, kondisi hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha Perseroan.
Selanjutnya, perusahaan akan meminta persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk memutuskan pengunduran diri tersebut sesuai ketentuan yang berlaku. "Perseroan akan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham untuk memutuskan permohonan pengunduran diri dimaksud sesuai dengan ketentuan yang berlaku," tambahnya.
Pada hari pertama perdagangan, saham RANS langsung menembus Auto Reject Atas (ARA), dengan kenaikan sebesar 34,12 persen atau 58 poin ke posisi Rp 228 per saham dari harga penawaran Rp 170 per saham. Hal ini menunjukkan antusiasme pasar terhadap IPO RANS.
Direktur Utama RANS, Nagita Slavina, menyampaikan pandangannya tentang potensi talenta kreatif di Indonesia. Menurutnya, tantangan berikutnya adalah bagaimana kreativitas tersebut dapat berkembang menjadi intellectual property, perusahaan yang dikelola secara profesional, dan pada akhirnya menciptakan lapangan kerja serta nilai ekonomi yang berkelanjutan.
Dalam proses IPO, RANS menawarkan sebanyak 2.525.000.000 saham baru atau sebesar 20,02 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh, dengan harga penawaran Rp 170 per saham. Dengan demikian, RANS berhasil menghimpun dana sebesar Rp 429,25 miliar.
Nagita mengungkapkan bahwa dana hasil IPO akan digunakan untuk beberapa tujuan utama. Sekitar 37,61 persen atau senilai Rp 161,5 miliar akan dialokasikan untuk penyelenggaraan konser. Selain itu, sebesar 19,80 persen atau senilai Rp 85 miliar akan digunakan untuk akuisisi 51 persen saham PT Rans Kosmetika Indonesia. Langkah ini menunjukkan strategi perusahaan dalam memperluas bisnis dan meningkatkan nilai ekonomi yang berkelanjutan.