
Pelatih Timnas Jepang, Hajime Moriyasu, mengungkapkan ambisinya untuk meraih gelar terbesar di Asia sebelum mengakhiri masa jabatannya sebagai pelatih kepala. Setelah menandatangani kontrak jangka pendek, Moriyasu dipastikan akan memimpin tim nasional Jepang dalam Piala Asia 2027 yang akan digelar di Arab Saudi pada awal tahun depan.
Keputusan ini diambil setelah Asosiasi Sepak Bola Jepang (JFA) memperpanjang kontrak pelatih berusia 57 tahun tersebut. Perpanjangan kontrak ini menjadi tanda bahwa keberadaan Moriyasu akan tetap berlanjut hingga ajang Piala Asia 2027. Meski sempat gagal di Piala Dunia 2026, di mana Jepang hanya mampu melangkah hingga babak 32 besar sebelum kalah dari Brasil, ia tetap memiliki rencana jangka panjang.
Kontrak baru Moriyasu akan berakhir setelah Piala Asia 2027. Artinya, turnamen ini akan menjadi momen perpisahan bagi sang pelatih dengan Timnas Jepang setelah lebih dari 8 tahun memimpin tim. Pelatih Timnas U-23 Jepang, Go Oiwa, akan menggantikannya saat Jepang mulai mempersiapkan diri untuk Piala Dunia 2030.
Moriyasu menyatakan fokusnya sepenuhnya tertuju pada upaya meraih penghargaan terbesar di Asia sebelum pensiun. Ia mengatakan:
“Baik itu empat tahun, dua tahun, satu tahun, atau enam bulan, pola pikir saya tetap sama terhadap tujuan bahwa Jepang akan memenangi Piala Dunia pada tahun 2050.”
Ia juga menekankan pentingnya menyatukan masa lalu, masa kini, dan masa depan dalam membangun tim. Menurutnya, pilihan terbaik untuk tim saat ini adalah membangun skuad dengan fokus pada memenangkan turnamen, karena hal ini akan membantu sepak bola Jepang terus berkembang.
Jepang telah memenangi Piala Asia sebanyak empat kali, yang merupakan rekor terbanyak. Namun, gelar terakhir mereka diraih pada 2011. Moriyasu memimpin Jepang ke final Piala Asia 2019 sebelum kalah dari Qatar, dan tersingkir di perempat final oleh Iran pada 2023.
Kini, ia akan berupaya mengakhiri masa jabatannya dengan kado perpisahan terbaik dalam bentuk trofi di Piala Asia 2027. Turnamen ini akan digelar pada 7 Januari hingga 5 Februari dan diikuti oleh 24 tim yang telah dibagi ke dalam enam grup.
Dari hasil undian, Jepang berada di Grup F dan akan bersaing dengan juara bertahan Qatar, Indonesia, dan Thailand. Moriyasu dan anak-anak asuhnya akan memulai perjalanan mereka dengan melawan Timnas Indonesia pada 11 Januari.
Moriyasu mengaku akan bekerja sama dengan Go Oiwa saat ia bertujuan untuk membangun tim senior dengan tujuan mengangkat trofi. Ia menjelaskan:
“Kami sudah membawa pemain dari tim U-23 yang dipimpin oleh pelatih Oiwa ke tim nasional senior, sebelum mengembalikan mereka ke timnya."
“Kami akan terus berkomunikasi secara erat, tetapi pada akhirnya, keputusan (selama Piala Asia) akan menjadi tanggung jawab saya."
“Saya akan bertanggung jawab penuh atas pengelolaan tim selama masa kepemimpinan saya.”
Sejak ditunjuk setelah Piala Dunia 2018, Moriyasu menjadi pelatih Jepang dengan masa jabatan terlama dalam sejarah. Ia juga menjadi pelatih pertama dalam sejarah negara tersebut yang memimpin tim nasional dalam 100 pertandingan internasional.
Dari 107 pertandingan yang dipimpinnya hingga saat ini, ia mencatatkan 73 kemenangan, 15 hasil imbang, dan 19 kekalahan. Dengan catatan ini, ia terus memberikan kontribusi besar bagi perkembangan sepak bola Jepang.