MEMPAWAH - Pemerintah Kabupaten Mempawah menempuh langkah tanggap darurat dan penanganan terpadu untuk memutus rantai ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang kian meluas akibat kemarau panjang. Lahan gambut yang mengering di wilayah Mempawah menjadi pemicu utama tingginya risiko kebakaran, sehingga membutuhkan keterlibatan lintas sektor secara berkesinambungan.
Di tengah kondisi kritis ini, peran pemerintah dalam atasi Karhutla ditunjukkan secara nyata melalui penyiapan tim gabungan yang terdiri dari BPBD, KPH Mempawah, TNI, Polri, hingga Masyarakat Peduli Api (MPA). Petugas dan relawan telah diterjunkan langsung untuk melokalisasi dan memadamkan titik api di sejumlah kawasan rentan, seperti Wajok Hilir, Segedong (Peniti Dalam I dan II), Antibar, Anjungan Dalam, serta Sekabuk.
Menanggapi situasi di lapangan, arahan Bupati Erlina secara tegas menekankan pentingnya sinergi antara aparat dan warga demi keselamatan bersama. Selain memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh personel yang berjibaku siang dan malam, Bupati Erlina menegaskan bahwa penanganan bencana tidak dapat dibebankan kepada pemerintah semata, melainkan butuh dukungan gotong royong dari seluruh elemen masyarakat.
Sebagai solusi jangka pendek maupun panjang guna mencegah bencana kian membesar, Pemkab Mempawah menerbitkan tiga langkah pencegahan mendasar bagi seluruh warga:
- Hentikan pembukaan lahan dengan cara membakar dalam bentuk apa pun.
- Tidak membuang puntung rokok sembarangan, khususnya di kawasan vegetasi kering dan semak belukar.
- Segera melaporkan titik api sekecil apa pun ke aparat desa, kecamatan, atau posko terdekat agar aksi pemadaman dini bisa langsung dilakukan.
Bagi warga yang ingin berkontribusi memberikan dukungan moril maupun bantuan logistik bagi para petugas di garis depan, Pemkab Mempawah telah membuka akses komunikasi melalui layanan kontak darurat resmi berikut:
BPBD Mempawah: 0858-2101-8538 / 0853-8754-7482 / 0821-5951-0910
KPH Mempawah: 0853-4594-2479 / 0812-5774-195
