-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan HUT RI 81

Iklan

Banner hut 81

Iklan HUT RI 81

Tag Terpopuler

Darurat Karhutla Melawi: 6 Alat Berat Dikerahkan Buat Sekat Bakar di Desa Nanga Kayan

Jumat, 28 Agustus 2026 , 18.24 WIB Last Updated 2026-08-28T11:24:45Z

MELAWI - Pemerintah Kabupaten Melawi resmi menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Asap menyusul maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang telah menghanguskan sekitar 1.539,35 hektare lahan dan memicu timbulnya 2.364 titik panas (hotspot) sepanjang musim kemarau 2026.


Karhutla Melawi dalam Kondisi Darurat, Pemadaman Diperkuat di Sejumlah Wilayah.


Kepala BPBD Kabupaten Melawi, Daniel, mengungkapkan bahwa penetapan status darurat ini didasarkan pada tingginya frekuensi kebakaran yang mencapai 28 kejadian hingga akhir Agustus. Kecamatan Nanga Pinoh menjadi wilayah terdampak terparah dengan 22 titik lokasi kebakaran seluas 702,55 hektare, disusul Kecamatan Belimbing seluas 408 hektare.



Guna menanggulangi krisis yang kian membesar, sinergi lintas sektor terus diperketat antara Pemkab Melawi, BPBD, Satgas Gabungan (TNI/Polri), Manggala Agni, relawan, hingga sektor swasta seperti PT Rafi Kamajaya Abadi (RKA).



Di wilayah operasional PT RKA, khususnya Desa Nanga Kayan yang mencatatkan dampak kebakaran hingga 662 hektare, pencegahan penyebaran api fokus dilakukan melalui pembuatan sekat bakar (firebreak). Perusahaan mendatangkan enam unit ekskavator tambahan dari luar daerah untuk mempercepat lokalisir api.



General Manager Operasional PT RKA, Syed Mohd Norhisham, menjelaskan bahwa cuaca ekstrem, lahan yang sangat kering, serta keterbatasan personel dan alat menjadi kendala utama pemadaman di lapangan. Oleh karena itu, selain penanganan fisik dan alat berat, upaya ikhtiar spiritual seperti doa memohon hujan juga terus dipanjatkan.



Saat ini, Satgas Gabungan bersama pihak perusahaan terus melakukan penanganan terpadu meliputi patroli rutin wilayah rawan, respons cepat titik api, penyisiran pascapemadaman (mopping up), hingga pendataan rinci oleh tim Geographic Information System (GIS) guna meminimalkan dampak asap bagi kesehatan dan aktivitas warga Melawi.


×
Berita Terbaru Update