Geger Belatung di Menu Makan Bergizi Gratis Kubu Raya, Pihak SPPG Minta Maaf

 
Foto : Istimewa

KUBURAYA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjamin kesehatan anak-anak sekolah, justru berujung keresahan publik setelah ditemukannya belatung pada porsi makanan siswa SD Negeri 01 Teluk Pakedai, Kabupaten Kubu Raya. Pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Teluk Pakedai pun akhirnya resmi menyampaikan permohonan maaf terbuka atas insiden yang mencoreng program nasional tersebut.


Peristiwa ini bermula ketika video singkat memperlihatkan belatung berkerumun di antara lauk pauk, terdiri dari nasi, ayam goreng, tempe, tumis sayur, dan semangka, viral di media sosial. Sontak, unggahan tersebut memicu gelombang protes dari para wali murid dan warganet yang mempertanyakan ketatnya standar pengawasan serta higienitas makanan sebelum dibagikan kepada anak-anak.


Merespons gelombang kritik tersebut, Kepala SPPG Teluk Pakedai, Ahmad Pauzi, menyatakan penyesalan mendalam kepada pihak sekolah, siswa, dan orang tua murid. Namun, permohonan maaf semata dinilai belum cukup. 


Publik dan berbagai pihak kini mendesak adanya evaluasi menyeluruh pada dapur SPPG yang berlokasi di Desa Selat Remis tersebut, mulai dari proses pemilihan bahan baku, pengolahan, pengecekan kualitas (quality control), hingga jalur distribusi.


Keamanan pangan untuk anak-anak sekolah adalah hal mendasar yang tidak boleh ditawar. Saat ini, masyarakat menanti langkah konkret serta pembenahan sistemik dari SPPG dan instansi terkait agar insiden serupa tidak pernah terulang kembali.



Lebih baru Lebih lama