
MDMC dan Lazismu Kalimantan Tengah menyiapkan sejumlah layanan bagi masyarakat yang terdampak asap.
PALANGKA RAYA - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi ancaman bagi masyarakat di sejumlah wilayah Kalimantan. Di tengah kondisi kering dan meningkatnya risiko karhutla, Muhammadiyah melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan Lazismu Kalimantan Tengah memperkuat respons kemanusiaan bagi masyarakat terdampak.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut karhutla masih menjadi salah satu kejadian bencana yang mendominasi pada periode akhir Agustus 2026. Pemerintah juga memperkuat penanganan melalui operasi darat dan udara di sejumlah wilayah Kalimantan.
Dalam responsnya, Muhammadiyah tidak hanya mengerahkan relawan untuk membantu penanganan karhutla, tetapi juga menyiapkan sejumlah layanan bagi masyarakat yang terdampak asap. Program tersebut meliputi rumah singgah oksigen, mobil oksigen, pembagian masker, bantuan vitamin dan nutrisi, serta layanan kesehatan.
Ketua Lazismu Kalimantan Tengah, Muhammad Fitriani, mengatakan Muhammadiyah terus berkoordinasi dengan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Tengah, MDMC, pemerintah, dan berbagai pihak untuk memastikan respons kemanusiaan berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.
“Kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk PWM Kalimantan Tengah, MDMC, pemerintah, dan elemen lainnya untuk memastikan respons terhadap kondisi kabut asap dapat berjalan dengan baik,” ujarnya, Kamis (27/8/2026).
Relawan Muhammadiyah Turun ke Lokasi Karhutla
Sekretaris Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) atau MDMC PWM Kalimantan Tengah, Evan Bastian, mengatakan relawan Muhammadiyah telah diterjunkan untuk membantu penanganan karhutla. Pengerahan relawan tersebut didukung Lazismu melalui penggalangan dana kemanusiaan.
Evan menekankan pentingnya keselamatan relawan selama menjalankan tugas, terutama karena kondisi lapangan menghadirkan risiko kebakaran dan paparan asap.
“Kami menegaskan kepada seluruh relawan agar selalu mengutamakan keselamatan diri. Patuhi setiap prosedur operasi, gunakan alat pelindung diri, dan selalu berkoordinasi dengan BPBD serta mengikuti alur komando di lapangan. Jangan memaksakan diri apabila kondisi dinilai berisiko tinggi, karena keselamatan adalah prioritas,” tegasnya.
Koordinator Relawan Lazismu Kalimantan Tengah, Anang Rahman, mengatakan tingginya kasus karhutla, khususnya di Kota Palangka Raya, menjadi salah satu alasan relawan Muhammadiyah turun langsung membantu penanganan.
Menurut Anang, keterlibatan relawan merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekaligus bagian dari gerakan kemanusiaan Muhammadiyah.
“Ini menjadi bagian dari dakwah amar makruf nahi mungkar dari Muhammadiyah,” kata Anang.
Siapkan Rumah Singgah dan Mobil Oksigen
Muhammad Fitriani mengatakan respons tersebut dijalankan melalui program Indonesia Siaga dengan mengedepankan semangat One Muhammadiyah One Response (OMOR).
Sejumlah layanan telah disiapkan, mulai dari bantuan pemadaman dan pendinginan di titik karhutla hingga dukungan kesehatan bagi masyarakat, petugas pemadam, dan relawan.
“Muhammadiyah melalui One Muhammadiyah One Response (OMOR) melakukan penyediaan rumah singgah oksigen, mobil oksigen, pemberian vitamin dan nutrisi bagi petugas serta relawan pemadaman, pembagian masker, hingga layanan kesehatan bagi masyarakat,” jelasnya.
Respons Muhammadiyah dilakukan di sejumlah titik di Palangka Raya dan Kabupaten Kotawaringin Timur. Selain membantu penanganan karhutla, Muhammadiyah mengaktifkan rumah singgah oksigen di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kalimantan Tengah dan wilayah Kotawaringin Timur.
Mobil oksigen keliling juga disiagakan di lokasi-lokasi strategis, termasuk tempat keramaian, pertigaan, serta area yang menjadi lokasi pemadaman karhutla. Bantuan nutrisi turut diberikan kepada masyarakat, petugas pemadam, dan relawan yang berada di lapangan.
BNPB Perkuat Penanganan Karhutla di Kalimantan
Penanganan karhutla di Kalimantan sendiri terus dilakukan pemerintah bersama pemerintah daerah dan berbagai unsur terkait. BNPB mencatat hotspot di wilayah Kalimantan masih menjadi perhatian selama musim kemarau.
Pada 20 Agustus 2026, misalnya, BNPB mencatat 1.487 hotspot di Kalimantan berdasarkan pemantauan satelit NOAA-20. Kalimantan Tengah menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak saat itu, yakni 767 titik, disusul Kalimantan Barat dengan 560 titik.
BNPB juga melaporkan operasi udara masih dilakukan untuk menjangkau wilayah yang sulit ditangani melalui jalur darat. Di Kalimantan Barat, operasi water bombing dan patroli udara dilakukan bersamaan dengan operasi darat yang melibatkan personel lintas instansi.
Sementara di Kalimantan Tengah, operasi udara juga telah dilakukan dalam penanganan karhutla. BNPB sebelumnya melaporkan pengerahan helikopter untuk water bombing serta patroli udara guna menemukan titik api yang sulit dijangkau dari darat.
Dengan kondisi karhutla yang masih berpotensi meluas, respons Muhammadiyah diarahkan tidak hanya pada pemadaman, tetapi juga perlindungan masyarakat dari dampak asap.
Kolaborasi antara MDMC, Lazismu, relawan, pemerintah, dan berbagai pihak diharapkan mampu memperkuat penanganan karhutla sekaligus memastikan masyarakat tetap mendapatkan dukungan kesehatan dan kebutuhan dasar selama kabut asap berlangsung.