-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan HUT RI 81

Iklan

Banner hut 81

Iklan HUT RI 81

Tag Terpopuler

Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Jumat 28 Agustus 2026: Cerah Berawan

Kamis, 27 Agustus 2026 , 09.51 WIB Last Updated 2026-08-27T06:20:17Z
Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Jumat 28 Agustus 2026: Cerah Berawan


SEMARANG - Hari Jumat, 28 Agustus 2026 akan dihiasi oleh cuaca yang cerah berawan di seluruh wilayah Jawa Tengah. Dari 35 kabupaten dan kota yang ada di Jateng, mayoritas wilayah akan mengalami kondisi cuaca yang stabil sepanjang hari.

Suhu udara terendah mencapai 14 derajat Celsius di Wonosobo dan Temanggung, sedangkan suhu tertinggi mencapai 34 derajat Celsius. Prediksi ini diberikan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang.

Agar aktivitas harian tidak terganggu, masyarakat disarankan untuk mempersiapkan diri dengan baik. Berikut adalah prediksi lengkap cuaca untuk esok hari:

  • Banjarnegara
  • Banyumas
  • Batang
  • Blora
  • Boyolali
  • Brebes
  • Cilacap
  • Demak
  • Grobogan
  • Jepara
  • Karanganyar
  • Kebumen
  • Kendal
  • Klaten
  • Kota Magelang
  • Kota Pekalongan
  • Kota Salatiga
  • Kota Semarang
  • Kota Surakarta
  • Kota Tegal
  • Kudus
  • Magelang
  • Pati
  • Pekalongan
  • Pemalang
  • Purbalingga
  • Purworejo
  • Rembang
  • Semarang
  • Sragen
  • Sukoharjo
  • Tegal
  • Temanggung
  • Wonogiri
  • Wonosobo

Suhu udara rata-rata berkisar antara 14 hingga 34 derajat Celsius. Kecepatan angin juga relatif rendah, yaitu antara 5 hingga 16 kilometer per jam.


BMKG memprediksi bahwa puncak kekeringan di Jawa Tengah akan terjadi pada bulan Agustus hingga September 2026. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menyiapkan sebanyak 123 juta liter air bersih untuk 18 kabupaten/kota yang berpotensi terkena dampak bencana kekeringan. Namun, distribusi air bersih tersebut menghadapi tantangan akibat kenaikan harga BBM nonsubsidi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng, Bergas Catursasi Penanggungan, menyatakan bahwa air bersih sebanyak 123 juta liter sudah siap didistribusikan. Saat ini, pihaknya sedang melakukan pemetaan dan pengaturan alat distribusi.

"Masih ada kajian dan perhitungan terkait biaya distribusi mengingat adanya kenaikan harga BBM nonsubsidi," ujarnya dalam rapat koordinasi pengendalian operasional kegiatan (POK) triwulan I-2026 di Kantor Gubernur Jateng, Kota Semarang.

Ia menambahkan bahwa informasi dari BMKG menyebutkan bahwa pengaruh El Nino pada tahun 2026 akan berdampak pada kemarau yang lebih lama di Jateng. Ancaman kemarau tahun ini diprediksi tidak jauh berbeda dengan puncak kemarau ekstrem pada tahun 2019 dan 2023.

Untuk itu, pihak BPBD telah memetakan ketersediaan air di Jateng yang diperkirakan mencapai angka 123 juta liter air. "Kemarau mulai terjadi di Jateng pada Juni mendatang," tambahnya.


Bergas merinci bahwa ketersediaan air bersih di Jateng paling banyak di Klaten, yaitu sebanyak 57,6 juta liter. Berikut daftar ketersediaan air di beberapa wilayah:

  • Boyolali: 13,4 juta liter
  • Kabupaten Semarang: 12,9 juta liter
  • Blora: 5,1 juta liter
  • Purworejo: 5,06 juta liter
  • Wonosobo: 5 juta liter
  • Purbalingga: 4,4 juta liter
  • Wonogiri: 3,7 juta liter
  • Banjarnegara: 3,6 juta liter
  • Grobogan: 3,1 juta liter

Sebaliknya, ketersediaan air yang dilaporkan terendah adalah:

  • Batang: 331 ribu liter
  • Kota Salatiga: 250 ribu liter
  • Demak: 150 ribu liter
  • Kabupaten Pekalongan: 80 ribu liter

Beberapa daerah seperti Kota Solo dan Kota Magelang tidak melaporkan ketersediaan air karena merasa tidak pernah terdampak.


Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyatakan bahwa masalah kekeringan akan ditangani secara bersama-sama, termasuk dengan melibatkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). "Kami akan koordinasikan lagi termasuk dengan beberapa pelibatan BUMD juga akan kami kondisikan agar dampak kemarau bisa dikurangi termasuk dampak ke swasembada pangan," ujarnya.

×
Berita Terbaru Update