MEMPAWAH - Puluhan benda pusaka peninggalan Kerajaan Amantubillah Mempawah menjalani ritual pencucian di Benteng Kota Batu, Kelurahan Pulau Pedalaman, Kecamatan Mempawah Timur, Senin (10/8/2026) sore. Prosesi sakral yang dimulai pukul 15.45 WIB ini menjadi salah satu penanda dimulainya rangkaian Event Budaya Robo-Robo Tahun 2026.
Prosesi pencucian berlangsung khidmat dengan disaksikan langsung oleh Raja Mempawah XIV PYAM Muhammad Hafidz Adinugraha beserta keluarga besar Istana Amantubillah. Adapun peninggalan sejarah yang disucikan mencakup dua meriam Sigondah, 25 keris pusaka, lima badik, dan empat tombak pusaka kerajaan.
Agenda budaya ini turut menyedot perhatian berbagai kalangan. Selain keluarga kerajaan, tampak hadir pejabat kepolisian seperti Kabag Ren Polres Mempawah AKP Setyadi, Kasat Binmas Polres Mempawah AKP Amat Dasroni, dan Kapolsek Mempawah Timur Iptu Imran. Hadir pula sekitar 150 tamu undangan dari unsur tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga para pelajar dari SMAN 2, SMPN 1, dan MTs di kawasan Mempawah yang antusias menyaksikan sejarah secara langsung.
Guna memastikan kekhusyukan dan ketertiban acara, sebanyak 60 personel gabungan dari Polres Mempawah, Polsek Mempawah Timur, serta Satpol PP Kabupaten Mempawah diterjunkan ke lokasi. Pengamanan di lapangan dipimpin langsung oleh Kabag Ren Polres Mempawah AKP Setyadi dengan mengedepankan pendekatan pelayanan yang ramah dan humanis.
Kapolsek Mempawah Timur Iptu Imran menegaskan, kehadiran jajaran kepolisian bertujuan mengawal agar warisan tradisi Robo-Robo dapat dinikmati warga dengan aman dan nyaman. Pihaknya juga mengimbau seluruh pengunjung untuk senantiasa menjaga ketertiban serta mematuhi arahan petugas di lokasi perhelatan.
Seluruh rangkaian pencucian benda pusaka peninggalan Kerajaan Amantubillah tersebut rampung sekitar pukul 17.30 WIB. Sepanjang kegiatan berlangsung, situasi di Benteng Kota Batu terpantau kondusif, tertib, dan lancar.
