-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan HUT RI 81

Iklan

Banner hut 81

Iklan HUT RI 81

Tag Terpopuler

Imbas Proteksi Tarif Trump: AS Bakal Punya Pabrik Baja Terbesar Bernilai US$ 15 Miliar

Selasa, 29 September 2026 , 14.46 WIB Last Updated 2026-09-29T07:46:08Z



NEW YORK - Gedung Putih resmi mengumumkan mega proyek manufaktur baru hasil kerja sama dengan perusahaan tambang Mesabi Metallics. Berlokasi di Iowa, proyek bernilai US$ 15 miliar tersebut diproyeksikan mulai beroperasi penuh pada 2030. 


Rencana ini mempertegas komitmen penuh untuk membangun sistem produksi dari hulu ke hilir secara domestik, di mana seluruh proses penambangan, peleburan, hingga pencetakan baja dilakukan 100 persen di wilayah Minnesota dan Iowa. 


Bahan baku bijih besi nantinya dipasok langsung dari tambang Mesabi di Iron Range, Minnesota, yang pengembangannya telah menelan biaya lebih dari US$ 2,5 miliar selama dua dekade terakhir.


Pengumuman strategis tersebut dihadiri langsung oleh CEO Mesabi Metallics Joe Broking, Chairman Rewant Ruia, Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick, serta jajaran pejabat Pemprov Iowa. Pada fase awal pengoperasiannya, pabrik ini ditargetkan mampu memproduksi 7,5 juta ton baja per tahun sekaligus menyerap hingga 6.000 tenaga kerja di sektor konstruksi. 


Dalam jangka panjang, kapasitas produksi bakal digenjot hingga mencapai 10 juta ton per tahun dengan serapan minimal 1.750 tenaga kerja permanen. Menteri Perdagangan Howard Lutnick secara tegas menyatakan bahwa kesepakatan nilai investasi jumbo ini telah final dan siap dieksekusi.


Langkah ekspansif ini tidak terlepas dari kebijakan proteksionisme perdagangan yang dipaksakan Trump sejak awal masa jabatan keduanya. Trump menaikkan tarif impor baja dan aluminium dari 25 persen menjadi 50 persen demi menekan arus produk asing dan merangsang industri lokal. 


Meski memicu kritik karena mendongkrak harga baja domestik ke level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir, kebijakan proteksi ini mendapat pembelaan kuat dari asosiasi perdagangan baja AS. 


Lewat surat resminya, kelompok industri mengungkapkan bahwa kebijakan tarif tinggi telah berhasil memicu komitmen investasi sektor baja domestik hingga menembus nilai total US$ 47 miliar.


Kendati disambut optimistis oleh Istana Kepresidenan, proyek megah skala jangka panjang seperti ini tetap membayangi para pengamat industri mengingat riwayat kendala operasional di masa lalu. 


Proyek tambang bijih besi milik Mesabi di Minnesota sendiri sebelumnya sempat meleset dari target penyelesaian tahun 2016 akibat kendala keuangan hingga berujung pada permohonan kebangkrutan. 


Rekam jejak proyek raksasa yang direstui pemerintah AS juga pernah mencatatkan hasil di luar ekspektasi, seperti kasus investasi pabrik Foxconn di Wisconsin senilai US$ 10 miliar pada periode pertama kepemimpinan Trump yang akhirnya dipangkas secara drastis menjadi US$ 672 juta saja.


Namun, juru bicara Gedung Putih, Taylor Rogers, optimistis bahwa kesepakatan baru dengan Mesabi Metallics ini menjadi bukti nyata keberhasilan agenda ekonomi pemerintah. 


Rogers menegaskan bahwa pengumuman ini merefleksikan janji Trump untuk menghidupkan kembali sektor manufaktur nasional, memperkuat daya tahan rantai pasok dari ketergantungan luar negeri, serta menciptakan lapangan kerja baru yang berkelanjutan demi menopang ketahanan nasional Amerika Serikat.

×
Berita Terbaru Update