-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan HUT RI 81

Iklan

Banner hut 81

Iklan HUT RI 81

Tag Terpopuler

Prediksi harga emas dunia pekan ini: berpotensi bergerak di rentang USD 4.102 hingga USD 4.650

Minggu, 13 September 2026 , 15.52 WIB Last Updated 2026-09-14T03:41:14Z

Gejolak geopolitik dan kebijakan Bank sentral Amerika Serikat (The Fed) membuat harga emas dunia diproyeksikan bergerak volatil pada perdagangan pekan depan.


Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas Ibrahim Assuaibi memperkirakan harga emas dunia berada dalam rentang USD 4.102 hingga USD 4.650 per troy ounce.


Ibrahim mengatakan, harga emas dunia pada perdagangan sebelumnya ditutup di level USD 4.348 per troy ounce. Dalam perdagangan pekan depan, harga emas berpotensi terkoreksi maupun kembali menguat.


“Apabila mengalami koreksi penurunan, support pertama itu di USD 4.245 per troy ounce. Kemudian kalau seandainya turun lagi kemungkinan di USD 4.102 per troy ounce,” ujar Ibrahaim dalam pesan suara yang diterima, Minggu (13/9).


Sebaliknya, apabila harga emas dunia mengalami penguatan, level resistance pertama berada di USD 4.479 per troy ounce. Sementara resistance berikutnya berada di level USD 4.650 per troy ounce.


"Jadi dalam pekan depan harga emas dunia kemungkinan ditransaksikan di USD 4.102 sampai USD 4.650," ujarnya.


Ia mengatakan, pergerakan harga emas pada pekan depan akan dipengaruhi sejumlah faktor fundamental. Salah satunya adalah perkembangan geopolitik global yang masih memanas di sejumlah kawasan.


Ia menyoroti konflik Rusia-Ukraina yang masih berlangsung di Eropa Timur. Selain itu, ketegangan di Timur Tengah akibat konflik Amerika Serikat dan Iran juga menjadi perhatian pasar.


"Jadi peningkatan serangan antara Amerika dan Iran telah terus mengalami peningkatan yang cukup tinggi. Bahkan minggu-minggu ini adalah tensi geopolitik Timur Tengah tertinggi," ucapnya.


Menurutnya, konflik geopolitik tersebut tidak hanya memengaruhi harga emas sebagai aset safe haven, tetapi juga berdampak terhadap harga minyak mentah dunia.


Terbatasnya aktivitas pelayaran di Selat Hormuz akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah berpotensi mengganggu pasokan minyak global. Kondisi serupa juga terjadi di kawasan Laut Merah yang menjadi jalur pelayaran penting dunia.


"Ini yang membuat harga minyak mentah terus mengalami kenaikan yang cukup signifikan," ungkapnya.


Di sisi lain, kenaikan harga minyak mentah dapat meningkatkan tekanan inflasi. Kondisi tersebut kemudian berpotensi memengaruhi arah kebijakan moneter Amerika Serikat.


Ibrahim memperkirakan kebijakan suku bunga bank sentral AS atau Federal Reserve menjadi salah satu faktor penting yang akan menentukan arah harga emas.


Menurutnya, kenaikan suku bunga dapat memberikan tekanan terhadap harga emas dunia karena membuat aset berbasis dolar AS menjadi lebih menarik bagi investor.


"Kenaikan suku bunga ini yang kemungkinan besar akan memengaruhi pelemahan terhadap harga emas dunia,” pungkasnya.

×
Berita Terbaru Update