-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan HUT RI 81

Iklan

Banner hut 81

Iklan HUT RI 81

Tag Terpopuler

Satgaskab Mempawah akan Rilis Kalender Karhutla: Perkuat Mitigas dan Deteksi Dini

Kamis, 03 September 2026 , 11.22 WIB Last Updated 2026-09-03T05:06:23Z
Bupati Erlina saat pimpin rapat bersama Satuan Tugas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgaskab Karhutla)


MEMPAWAH — Pemerintah Kabupaten Mempawah melalui Satuan Tugas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgaskab Karhutla) memperkuat langkah strategis guna menghadapi ancaman karhutla. Berdasarkan evaluasi komprehensif, fokus penanganan kini bergeser dari sekadar respons pemadaman menjadi strategi pencegahan terpadu berbasis data historis.


Pendekatan berbasis data ini terbukti efektif menekan eskalasi titik api di wilayah Kabupaten Mempawah. Bupati Mempawah, Erlina, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat deteksi dini yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk korporasi di wilayah setempat.


"Memang titik api di Mempawah tercatat lebih sedikit dibanding daerah lain, namun kita komitmen memperkuat penanganan dengan mengajak seluruh perusahaan yang ada di wilayah kita, serta mengoptimalkan deteksi dini melalui Kalender Karhutla," ujar Erlina.


Sebagai langkah tindak lanjut, Bupati telah meminta Satgaskab Karhutla untuk meresmikan Kalender Karhutla. Instrumen ini dirancang untuk memetakan perkiraan waktu terjadinya kebakaran berdasarkan pola data historis historis empiris.


"Kesehatan dan keselamatan masyarakat adalah prioritas tertinggi. Oleh karena itu, kami menampung masukan dari warga terkait Kalender Karhutla untuk memperkuat mitigasi. Praktiknya sudah berjalan di tahun sebelumnya, namun ke depan akan kita legalkan secara resmi," tambahnya.


Ketua Satgaskab Karhutla Mempawah, Aswin, menjelaskan bahwa pihaknya telah lama memetakan pola kerawanan dengan berpedoman pada data statistik historis dan klimatologi sejak tahun 2015.


"Merujuk pada catatan data empiris di Kabupaten Mempawah, periode musim kemarau dan bulan-bulan kering secara konsisten menunjukkan kerawanan tertinggi yang jatuh pada rentang akhir Juni hingga Oktober," papar Aswin.


Mengacu pada pola tersebut, Satgaskab akan mengintensifkan patroli serta pemantauan ketat yang melibatkan sinergi lintas sektor, meliputi:


 * Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)

 * Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH)

 * TNI-Polri (khususnya Bhabinkamtibmas dan Babinsa)

 * Unsur Akar Rumput (Masyarakat Peduli Api/MPA, pemerintah desa, hingga tingkat RT)


Di samping strategi jangka panjang, Satgaskab Mempawah memberlakukan langkah taktis dalam penanganan di lapangan:


 * Posko Terpadu 24 Jam: Penerapan sistem piket dengan pembagian shift ketat guna memastikan setiap laporan titik panas (hotspot) maupun kemunculan api baru dapat segera ditindaklanjuti sebelum membesar.


 * Operasi Pemadaman Langsung: Fokus pemadaman saat ini terus digencarkan, terutama pada titik terbesar yang terpantau di Desa Sekabuk, Kecamatan Sadaniang.


Menghadapi musim kering, Satgaskab Mempawah kembali mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh masyarakat untuk menghentikan segala bentuk aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar.

×
Berita Terbaru Update