PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus meningkatkan intensitas pemantauan terhadap kondisi jarak pandang di berbagai wilayah.
Langkah proaktif ini dilakukan seiring dengan upaya berkelanjutan dalam menanggulangi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih berpotensi terjadi di beberapa titik rawan di bumi tanam pura.
Berdasarkan laporan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk periode 2 hingga 3 Oktober 2026, sejumlah daerah di Kalimantan Barat terpantau masih mengalami keterbatasan jarak pandang.
Kondisi ini utamanya dipicu oleh sebaran partikel asap tipis yang dihasilkan dari kejadian karhutla di beberapa wilayah kabupaten.
Ketua Satgas Informasi BPBD Provinsi Kalbar, Daniel, mengungkapkan bahwa wilayah Kubu Raya saat ini berada dalam kategori jarak pandang yang cukup terbatas, yakni berkisar antara 1 hingga 2 kilometer.
Sementara itu, situasi yang lebih mendesak tercatat di Kabupaten Ketapang, di mana jarak pandang di wilayah tersebut menyusut hingga menyentuh angka sekitar 1 kilometer.
Selain memantau Kubu Raya dan Ketapang, pihak BPBD juga memberikan perhatian khusus terhadap dinamika cuaca di wilayah timur dan utara seperti Sintang serta Kapuas Hulu. Kendati demikian, Daniel memastikan bahwa secara umum sebagian besar wilayah Kalimantan Barat lainnya masih berada dalam kategori aman dan terkendali dari gangguan jarak pandang yang signifikan.
Lebih lanjut, Daniel menjelaskan bahwa informasi berkala mengenai fluktuasi jarak pandang tersebut memegang peranan yang sangat krusial. Data ini menjadi salah satu acuan utama bagi jajaran Satgas dalam merumuskan dan menentukan langkah taktis penanganan karhutla, khususnya yang berkaitan langsung dengan efektivitas serta keselamatan operasional penerbangan.
Faktor jarak pandang menjadi penentu mutlak karena operasi udara, seperti patroli pemantauan wilayah maupun pengerahan helikopter untuk operasi water bombing, menuntut standar keselamatan penerbangan yang tinggi.
Perubahan cuaca sekecil apa pun di lapangan menuntut kesiapan tim untuk terus memperbarui strategi agar misi pemadaman dapat berjalan secara optimal.
Melalui integrasi data BMKG dan koordinasi lintas sektor yang solid, Pemprov Kalbar bersama unsur terkait berkomitmen untuk terus menyesuaikan pergerakan tim penanganan di darat maupun di udara.
Pemantauan ketat ini diharapkan mampu memastikan setiap langkah mitigasi karhutla tepat sasaran dan meminimalkan dampak buruk bagi masyarakat luas.