
Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Desa Tapua, Polman
Pemerintah dan TNI berkomitmen untuk membangun kembali akses penting bagi masyarakat yang terisolasi akibat jembatan yang rusak. Salah satu proyek yang sedang dipersiapkan adalah pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Desa Tapua, Kecamatan Matangnga, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat. Jembatan ini akan menjadi solusi permanen bagi warga yang selama ini kesulitan menyeberangi sungai.
Jembatan sepanjang 33 meter yang menghubungkan empat dusun di Desa Tapua hancur akibat banjir pada tahun 2022 lalu. Sejak saat itu, warga harus menggunakan rakit bambu atau melewati jembatan limpas untuk menyeberang ke sisi lain sungai. Hal ini menyebabkan kesulitan dalam akses transportasi, pendidikan, dan layanan kesehatan.
Kepala Desa Tapua, Ahmad, menyampaikan bahwa masyarakat sangat bersyukur dengan rencana pembangunan jembatan tersebut. Menurutnya, warga telah lama menantikan adanya akses penyeberangan yang aman setelah jembatan lama hilang diterjang banjir.
TNI melalui Kodim 1402/Polman merencanakan pembangunan Jembatan Perintis Garuda di lokasi tersebut. Dandim 1402/Polman, Letkol Inf Ikhwan Arifin, menyatakan bahwa pembangunan ini merupakan bagian dari Program Jembatan Perintis Garuda yang bertujuan untuk membuka keterisolasian wilayah serta memperlancar akses ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan.
“Insya Allah di lokasi ini akan dibangun Jembatan Perintis Garuda sebagai akses vital masyarakat,” ujar Dandim dalam pernyataannya.
Rencana pembangunan ini disampaikan setelah dilakukannya survei lokasi di Desa Tapua. Dandim bersama Danramil Wonomulyo, perangkat desa, dan tokoh masyarakat melakukan tinjauan langsung ke titik rencana pembangunan. Mereka juga meninjau kondisi medan sebagai dasar pelaksanaan pekerjaan.
Program Jembatan Perintis Garuda mendapatkan atensi dari Pangdam XXIII/Palaka Wira Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar. Selain itu, Kodim 1402/Polman sebelumnya telah berhasil membangun Jembatan Perintis Garuda di Desa Patampanua, Kecamatan Matakali, yang menjadi contoh sukses dalam program ini.
Dandim menegaskan bahwa pembangunan jembatan ini akan menjadi solusi permanen untuk mengatasi kesulitan warga. Ia berharap kehadiran jembatan baru ini dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar.
Jembatan Perintis Garuda di Desa Tapua diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Dengan adanya akses yang lebih baik, masyarakat akan lebih mudah mengakses pasar, sekolah, dan fasilitas kesehatan. Selain itu, pembangunan ini juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal karena transportasi menjadi lebih lancar.
Meski ada harapan besar, proses pembangunan tetap menghadapi tantangan, seperti kondisi medan yang perlu dipastikan siap untuk konstruksi. Survei awal yang dilakukan oleh Dandim dan tim telah memberikan data penting untuk mempercepat pelaksanaan proyek ini.
Dalam waktu dekat, rencana pembangunan akan segera dijalankan setelah semua persiapan selesai. Masyarakat Desa Tapua sangat antusias menantikan kehadiran jembatan baru ini yang diharapkan bisa mengubah kehidupan mereka secara signifikan.