Jokowi Minta Maaf kepada Teman-temannya yang Akan Bersaksi di Sidang Ijazah Palsu


Kuasa hukum Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), Rivai Kusumanegara, menyampaikan bahwa kliennya akan hadir di persidangan dan membawa seluruh ijazah yang dimilikinya. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari persiapan menghadapi kasus tudingan ijazah palsu yang menimpa Jokowi.

Pertemuan dengan teman-teman seangkatan di Universitas Gadjah Mada (UGM) disebut sebagai ajang silaturahmi sekaligus persiapan menghadapi sidang. Rivai menjelaskan bahwa Jokowi telah menyampaikan permohonan maaf kepada teman-temannya yang akan menjadi saksi di persidangan.

Rivai menyatakan bahwa Jokowi sudah sangat percaya diri untuk hadir dan membawa seluruh ijazahnya di persidangan. Menurutnya, Jokowi telah menyatakan niatnya tersebut sebelumnya. "Pak Jokowi ini sudah lebih confident. Sebelumnya sudah menyatakan beliau akan hadir dan membawa seluruh ijazahnya yang dimiliki," ujar Rivai dalam wawancara dengan Kompas TV.

Selain itu, Jokowi juga mengumpulkan teman-temannya karena ia mempertimbangkan bahwa sebagian besar dari mereka sudah banyak yang pensiun. Hal ini membuat mereka perlu berangkat ke Jakarta untuk mengikuti persidangan. "Mohon maaf ya, tinggal di Jogja dan Solo, harus berangkat ke Jakarta tentunya kan juga butuh effort, transportasi, penginapan dan segala macam, dan akhirnya merepotkan teman-temannya," jelas Rivai.

Menurut Rivai, kebanyakan teman-teman satu angkatan Jokowi di UGM tinggal di Yogyakarta dan Surakarta. Oleh karena itu, mereka membutuhkan transportasi hingga penginapan menjelang hari persidangan. "Jadi beliau ini selain reuni kecil-kecilan, sambil pamit, mohon maaf, kalau teman-temannya terpaksa harus datang ke pengadilan. Disusahkan gara-gara LP-nya. Jadi lebih kepada silaturahim seperti itu saja," tambahnya.

Rivai menegaskan bahwa teman-teman Jokowi tersebut harus berangkat ke Jakarta untuk mengikuti persidangan sesuai panggilan jaksa. "Pak Jokowi hanya mengumpulkan lebih kurang itu aja. Jadi semacam permohonan maaf dan permohonan pengertianlah kepada teman-temannya kalau dengan terpaksa harus hadir ke persidangan," ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa tujuan dari pertemuan ini adalah agar semua informasi terang dan nama baik UGM serta lembaga lainnya bisa dipulihkan. "Tidak lain agar semua juga terang, agar nama baik UGM juga bisa dipulihkan, KPU, KPUD," pungkasnya.

Sebelumnya, Jokowi mengatakan bahwa ia mengumpulkan teman-temannya untuk mempersiapkan persidangan kasus dugaan pencemaran nama baiknya terkait isu ijazah palsu. "Ya mempersiapkan diri rekan-rekan saya seangkatan. Ya betul (persiapan sidang)," kata Jokowi saat bertemu dengan teman-temannya.

Setelah bertemu Jokowi, mereka beranjak ke salah satu rumah makan untuk makan siang bersama. Beberapa teman Jokowi bahkan ikut satu mobil dengannya. Namun demikian, Jokowi tidak mengungkap identitas sembilan orang yang disiapkan sebagai saksi.

Jokowi sempat menegaskan bahwa ia akan bersikap kooperatif selama proses hukum berlangsung. Ia menyatakan siap memenuhi panggilan dan hadir langsung di persidangan apabila diminta oleh hakim. Sebagai bagian dari pembuktian di pengadilan, Jokowi berencana membawa seluruh dokumen pendidikan asli miliknya. Dokumen tersebut meliputi ijazah asli dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), hingga Strata 1 (S1) UGM.

Lebih baru Lebih lama