-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan HUT RI 81

Iklan

Banner hut 81

Iklan HUT RI 81

Tag Terpopuler

BMKG deteksi awan hujan, pemerintah siapkan operasi cuaca skala penuh

Sabtu, 29 Agustus 2026 , 08.51 WIB Last Updated 2026-08-29T06:15:21Z
BMKG deteksi awan hujan, pemerintah siapkan operasi cuaca skala penuh


RIAU - Pada tanggal 30 Agustus hingga 1 September 2026, terdapat potensi awan hujan di Provinsi Riau. Pemerintah mengimbau agar potensi ini dimaksimalkan melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna memberikan curah hujan yang cukup bagi wilayah-wilayah yang sedang dilanda kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Hal ini menjadi langkah penting mengingat fenomena El Nino yang menyebabkan musim kemarau berkepanjangan membuat keberadaan awan hujan sangat langka.

Potensi awan hujan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, Warjono, dalam rapat koordinasi yang dipimpin Menteri Kehutanan, Raja Antoni, setelah meninjau penanganan Karhutla di Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, pada Jumat (28/8/2026).

Rapat koordinasi ini turut dihadiri oleh Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, Plt Gubernur Riau S.F. Hariyanto, Pangdam XIX/TT Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo, serta TA BNPB Brigjen TNI Mohammad Syech Ismed. Dalam kesempatan tersebut, Raja Antoni menyampaikan bahwa meskipun di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat sulit mendapatkan potensi awan hujan, Riau memiliki peluang pada tanggal 30, 31 Agustus, dan 1 September.

“Kita bersyukur potensi awan hujan di Riau ini masih ada, di Kalteng dan Kalbar sulit sekali, tapi kita ada potensi di tanggal 30, 31 dan tanggal 1 dan itu bisa akan meliputi seluruh Riau,” ujar Raja Antoni.

Pemerintah menegaskan bahwa setiap potensi awan hujan, baik skala kecil maupun besar, harus dimanfaatkan secara optimal untuk operasi modifikasi cuaca. Hal ini dilakukan karena fenomena El Nino telah memperpanjang musim kemarau, sehingga keberadaan awan hujan menjadi sangat langka.

“Saya sudah sepakati dengan Kepala BNPB dan BMKG, sekecil apapun potensi awan hujan yang bisa kita maksimumkan, kita maksimumkan,” ujar Raja Antoni, yang pernah menjabat sebagai Wakil Kepala BPN (Juni 2022-Oktober 2024) dan Plt Wakil Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Juni 2024-Oktober 2024.

Dalam rangka memastikan kelancaran operasi, Raja Antoni meminta dukungan operasional agar pelaksanaan OMC tidak terkendala. Ia juga meminta agar bandara di Riau tetap dibuka saat malam hari untuk mengantisipasi munculnya awan hujan dan pelaksanaan modifikasi cuaca di malam hari.

“Artinya jangan sampai di beberapa tempat kemudian pesawat nggak bisa terbang, mohon dipastikan di Riau untuk kebutuhan OMC agar Airport kita tetap dibuka meskipun misalnya nanti sampai pukul 21.00 bisa OMC,” tambahnya.

Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) bekerja dengan cara menaburkan bahan semai seperti garam halus (NaCl) ke dalam awan potensial menggunakan pesawat terbang untuk mempercepat atau mengarahkan terjadinya hujan. Pesawat terbang membawa muatan garam dapur atau bahan higroskopis lain lalu menebarkannya langsung di atas awan target.

Garam dipilih karena memiliki sifat higroskopis yang kuat sehingga mampu menarik molekul air di dalam awan untuk bergabung lebih cepat.

“Karena kita tahu yang paling efektif untuk memadamkan karhutla ini hujan, sementara water bombing maupun pasukan darat itu adalah pilihan kedua dan ketiga,” kata Raja Antoni, yang lahir di Pekanbaru, Riau, pada 13 Juli 1977.

Proses Operasi Modifikasi Cuaca

  • Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dilakukan dengan metode penaburan bahan semai seperti garam halus (NaCl) ke dalam awan potensial.
  • Pesawat terbang digunakan untuk membawa bahan tersebut dan menebar langsung di atas awan target.
  • Garam dipilih karena sifat higroskopisnya yang kuat, sehingga mampu menarik molekul air di dalam awan untuk mempercepat terjadinya hujan.
  • Tujuan utama dari OMC adalah untuk menghasilkan curah hujan yang cukup untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan.
  • Water bombing dan pasukan darat dianggap sebagai pilihan kedua dan ketiga setelah hujan.

×
Berita Terbaru Update