
SEMARANG - Sesuai dengan informasi yang diberikan oleh lembaga meteorologi, prakiraan cuaca di Jawa Tengah (Jateng) pada hari Minggu, 30 Agustus 2026, akan didominasi oleh kondisi cuaca cerah berawan sepanjang hari. Wilayah Jateng terdiri dari 35 kabupaten dan kota, dan semua wilayah tersebut diprediksi akan mengalami cuaca yang stabil.
Suhu udara terendah pada hari itu mencapai 14 derajat celcius, yaitu di Wonosobo dan Temanggung, sementara suhu tertinggi mencapai 34 derajat celcius. Informasi ini disampaikan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang.
Untuk memastikan aktivitas harian tetap lancar, masyarakat diminta untuk mempersiapkan diri secara maksimal. Berikut adalah prediksi cuaca lengkap untuk seluruh wilayah Jateng:
- Banjarnegara
- Banyumas
- Batang
- Blora
- Boyolali
- Brebes
- Cilacap
- Demak
- Grobogan
- Jepara
- Karanganyar
- Kebumen
- Kendal
- Klaten
- Kota Magelang
- Kota Pekalongan
- Kota Salatiga
- Kota Semarang
- Kota Surakarta
- Kota Tegal
- Kudus
- Magelang
- Pati
- Pekalongan
- Pemalang
- Purbalingga
- Purworejo
- Rembang
- Semarang
- Sragen
- Sukoharjo
- Tegal
- Temanggung
- Wonogiri
- Wonosobo
Suhu udara rata-rata di seluruh wilayah Jateng berkisar antara 14 derajat celcius hingga 35 derajat celcius. Kecepatan angin juga relatif rendah, yaitu antara 4 km per jam hingga 13 km per jam.
BMKG memprediksi bahwa puncak musim kemarau di Jawa Tengah akan terjadi pada bulan Agustus hingga September 2026. Hal ini menandai masa kering yang lebih lama dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menyediakan sebanyak 123 juta liter air bersih di 18 kabupaten dan kota yang berpotensi terkena dampak kekeringan. Namun, distribusi air bersih tersebut menghadapi tantangan akibat kenaikan harga BBM nonsubsidi.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng, Bergas Catursasi Penanggungan, menyatakan bahwa 123 juta liter air bersih sudah siap didistribusikan. Pihaknya saat ini sedang melakukan pemetaan dan pengaturan alat distribusi. Ia menjelaskan bahwa kajian dan perhitungan terkait biaya distribusi masih dilakukan karena adanya kenaikan harga BBM nonsubsidi.
Ia juga menyebutkan bahwa informasi dari BMKG menunjukkan bahwa dampak El Nino pada tahun 2026 akan membuat musim kemarau berlangsung lebih lama di Jateng. Ancaman kemarau tahun ini diprediksi tidak jauh berbeda dengan puncak kemarau ekstrem pada tahun 2019 dan 2023.
Bergas merinci bahwa ketersediaan air bersih di Jateng paling banyak terdapat di Klaten dengan jumlah 57,6 juta liter, disusul oleh Boyolali dengan 13,4 juta liter, Kabupaten Semarang 12,9 juta liter, Blora 5,1 juta liter, Purworejo 5,06 juta liter, Wonosobo 5 juta liter, Purbalingga 4,4 juta liter, Wonogiri 3,7 juta liter, Banjarnegara 3,6 juta liter, dan Grobogan 3,1 juta liter.
Sebaliknya, ketersediaan air yang dilaporkan terendah adalah di Batang dengan hanya 331 ribu liter, Kota Salatiga 250 ribu liter, Demak 150 ribu liter, dan Kabupaten Pekalongan 80 ribu liter.
Beberapa daerah seperti Kota Solo dan Kota Magelang tidak melaporkan ketersediaan air karena merasa tidak pernah terdampak.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyatakan bahwa persoalan kekeringan akan ditangani secara bersama-sama, termasuk melibatkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Ia menegaskan bahwa koordinasi akan dilakukan agar dampak kemarau dapat diminimalkan, termasuk dalam hal swasembada pangan.