-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan HUT RI 81

Iklan

Banner hut 81

Iklan HUT RI 81

Tag Terpopuler

Maldini Bicara Soal Guardiola dan Konflik dengan Malagò

Senin, 10 Agustus 2026 , 04.57 WIB Last Updated 2026-08-10T04:40:30Z


Paolo Maldini, bek legendaris AC Milan, akhirnya membuka cerita di balik kegagalannya melanjutkan tugas sebagai direktur teknik Timnas Italia. Dalam wawancara yang dilakukannya, ia mengungkapkan bahwa Pep Guardiola sebenarnya pernah sangat dekat untuk menjadi pelatih Gli Azzurri.

Menurut Maldini, alasan utama pengunduran dirinya terjadi karena kesepakatan awal mengenai kewenangan dalam memilih pelatih berubah di tengah jalan. Ia menyatakan bahwa masalah ini bukan soal jabatan atau kepentingan pribadi, tetapi lebih pada perubahan kesepakatan yang tidak sesuai dengan harapan awal.

Sebelum pemilihan presiden FIGC, Giovanni Malagò sempat menghubungi Maldini dan menyampaikan keinginan untuk mengajaknya bergabung jika dirinya terpilih. Setelah Malagò terpilih sebagai presiden FIGC, Maldini kemudian dipercaya untuk menangani Club Italia. Tugas tersebut mencakup tidak hanya Timnas Italia, tetapi juga rencana besar untuk membenahi sepak bola Negeri Pizza.

Salah satu kesepakatan awal adalah bahwa Maldini bersama timnya memiliki kewenangan untuk menentukan pelatih tim nasional, sementara Malagò memberikan persetujuan. Namun, kesepakatan ini kemudian berubah.

"Malagò mengatakan pelatih akan dipilih oleh kami dan dia yang menyetujui. Itu kesepakatannya. Kemudian situasi berubah," kata Maldini.


Sebelum akhirnya mengarah kepada Andrea Pirlo, Maldini mengaku sempat melakukan pendekatan serius kepada Guardiola. Ia bersama Leonardo bahkan bertemu langsung dengan pelatih asal Spanyol tersebut di Barcelona. Pertemuan itu berlangsung cukup panjang, dan mereka membahas rencana membangun Timnas Italia, termasuk komposisi pemain dari kelompok usia muda hingga senior.

Guardiola disebut sangat tertarik dengan proyek tersebut. Bahkan, menurut Maldini, mantan pelatih Barcelona dan Manchester City itu sempat menuliskan beberapa susunan pemain di atas kertas. Masalah finansial bukan alasan Guardiola menolak. Maldini menyebut Guardiola bahkan bersedia menerima bayaran satu Euro lebih rendah dibandingkan pelatih Italia sebelumnya.

Namun, Guardiola akhirnya memilih menolak karena membutuhkan waktu untuk beristirahat. Setelah menjalani periode panjang di Premier League, ia disebut sudah merasa kelelahan dan juga baru saja menjalani operasi punggung.


Setelah Guardiola tidak bersedia, Maldini kemudian mengarahkan pilihan kepada Pirlo. Ia menilai mantan gelandang Juventus dan AC Milan tersebut memiliki kemampuan teknis yang sesuai dengan proyek perubahan Italia. Selain Pirlo, Maldini juga mempertimbangkan Daniele De Rossi dan Fabio Grosso. Namun, keduanya tidak masuk pilihan karena situasi klub Serie A yang sudah memasuki masa persiapan musim baru.

Maldini menilai Pirlo sebenarnya sangat siap secara teknis. Ia yakin Pirlo bisa berkembang jika mendapat dukungan dari direktur teknik dan advisor. Namun, rencana tersebut akhirnya batal.


Maldini mengaku Malagò kemudian menyampaikan bahwa dirinya akan mengambil alih keputusan mengenai siapa yang menjadi pelatih Italia. Perubahan itu membuat Maldini dan Leonardo merasa tidak lagi memiliki ruang untuk menjalankan tanggung jawab yang sebelumnya disepakati. Keduanya kemudian mengambil waktu 24 jam sebelum mengajukan pengunduran diri.

Maldini menegaskan dirinya sebenarnya ingin membangun proyek jangka panjang untuk sepak bola Italia. Ia memperkirakan perubahan sistem membutuhkan waktu 8 hingga 10 tahun, mulai dari pembinaan pemain muda, kualitas pelatih, fasilitas, hingga regulasi. Kini, proyek tersebut harus berjalan tanpa dirinya. Maldini mengaku kecewa, tetapi tetap menganggap rencana tersebut sebagai salah satu mimpi terbesar yang pernah ia jalankan untuk sepak bola Italia.

×
Berita Terbaru Update