JAKARTA - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memberikan penjelasan terkait posisi Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), yang duduk di sebelah kanan Presiden Prabowo Subianto dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka. Menurutnya, penempatan tersebut bersifat situasional dan bukan dimaksudkan untuk memberikan perlakuan khusus.
Prasetyo menjelaskan bahwa Prabowo menempatkan Jokowi di posisi tersebut sebagai bentuk penghormatan kepada mantan presiden. Ia menekankan bahwa Jokowi menjadi satu-satunya mantan presiden yang hadir secara langsung dalam acara tersebut. Hal ini disebabkan oleh adanya beberapa mantan presiden yang tidak dapat menghadiri acara karena berhalangan.
"Ya kan Pak Jokowi Presiden ke-7, ya kan. Kemarin juga sudah saya berikan penjelasan ya. Jadi situasional, kemudian Bapak Presiden menghormati Pak Jokowi sebagai Presiden ke-7," ujar Prasetyo saat memberikan keterangan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/8/2026).
Selain itu, Prasetyo menyebutkan bahwa kondisi ruang juga turut memengaruhi penataan tempat. Keterbatasan tempat di area depan panggung membuat tidak semua pejabat atau tokoh dapat ditempatkan di posisi tersebut. Namun, hal ini tidak mengurangi rasa hormat terhadap siapa pun yang hadir.
"Dan karena keterbatasan tempat juga tidak bisa semuanya ada di depan dan itu tidak mengurangi rasa hormat kami semuanya, situasional," tambahnya.
Pengaruh Kehadiran Mantan Presiden
Dalam acara tersebut, hanya Jokowi yang hadir secara langsung sebagai mantan presiden. Sementara itu, Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, dan Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), tidak dapat menghadiri acara karena alasan tertentu.
"Nah karena juga hanya Pak Jokowi yang kemarin berkesempatan hadir, Presiden Megawati kemudian Pak Presiden SBY Presiden ke-6 berhalangan," jelas Prasetyo.
Menurutnya, Prabowo juga meminta sejumlah pimpinan lembaga negara untuk maju ke depan. Penempatan Jokowi di samping Prabowo bukan dimaksudkan untuk memberikan perlakuan khusus, melainkan menyesuaikan dengan kondisi di lapangan.
"Dalam situasi yang situasional tidak hanya Pak Jokowi, kemudian Bapak Presiden meminta untuk beberapa apa namanya ketua lembaga untuk juga ikut maju ke depan," katanya.

Sebelumnya, posisi duduk Jokowi dalam upacara peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Negara menjadi perbincangan. Jokowi yang mengenakan pakaian adat duduk di samping Prabowo Subianto. Hal ini membuat Prabowo duduk diapit oleh Jokowi dan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, saat menyaksikan atraksi pesawat tempur.
Penjelasan Prasetyo ini menunjukkan bahwa penempatan Jokowi di samping Prabowo adalah hasil dari berbagai faktor, termasuk kehadiran para mantan presiden, keterbatasan tempat, dan permintaan dari Prabowo sendiri. Semua hal tersebut dilakukan dengan tujuan menjaga kesopanan dan penghormatan terhadap seluruh pihak yang terlibat.